Mengapa Warga di Lereng Gunung Slamet Diserang Babi Hutan?

Kompas.com - 05/07/2019, 11:50 WIB
Relawan dikerahkan memburu babi hutan di lereng selatan Gunung Slamet Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019) KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAINRelawan dikerahkan memburu babi hutan di lereng selatan Gunung Slamet Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019)

BANYUMAS, KOMPAS.com -Kawasan lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan kasus penyerangan babi hutan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka.

Hingga saat ini, warga dan petugas dari pemerintah daerah setempat masih melakukan perburuan agar kejadian seperti di Desa Windujaya dan Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, tersebut tidak terulang.

Lantas, apa yang menyebabkan babi-babi tersebut menyerang manusia?

Baca juga: Fakta Baru Babi Hutan Serang Warga, Ukuran Lebih Besar dari Kambing hingga Berduel

Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cilacap Endi Suryo menjelaskan, serangan babi hutan dapat disebabkan beberapa faktor.

Pertama, menurut Endi, memasuki musim kemarau, ada persaingan antar kelompok babi hutan dalam mencari pakan. Induk jantan yang tersisih dalam persaingan tersebut akan mencari wilayah baru.

Faktor lainnya, lanjut Endi, serangan babi hutan juga dapat disebabkan berkembangnya lahan milik masyarakat yang semakin mendekati kawasan hutan. Secara tidak langsung, kawasan tempat tinggal babi hutan semakin tersisihkan.

Selain itu, jumlah predator pemangsa babi hutan semakin menurun, sehingga populasi babi hutan menjadi meningkat.

"Minimnya predator di alam yang mulai menurun, juga menyebabkan jumlah babi hutan meningkat," kata Endi melalui pesan singkat, Jumat (5/7/2019).

Terkait populasi babi hutan di lereng selatan Gunung Slamet, Endi tidak dapat memastikan jumlahnya. Pihaknya belum pernah melakukan penelitian di lokasi tersebut.

Baca juga: Korban Serangan Babi Hutan Ternyata 5 Orang, Ini Kronologi Lengkapnya

Endi meminta warga untuk menggiatkan ronda, untuk mengantisipasi serangan babi hutan terulang kembali

"Untuk solusi jangka pendek berupa siskamling (ronda) berupa membunyikan suara-suara yang bisa membuat babi hutan terganggu," ujar Endi.

Endi mengatakan, tidak ada larangan perburuan babi hutan, karena bukan termasuk satwa yang dilindungi. Namun, Endi meminta perburuan dilakukan secara bijaksana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.