Kompas.com - 25/07/2019, 12:17 WIB
Petugas KSDA Pangandaran menemukan rafflesia Padma di Cagar Alam Pangandaran, beberapa tahun lalu. Candra NugrahaPetugas KSDA Pangandaran menemukan rafflesia Padma di Cagar Alam Pangandaran, beberapa tahun lalu.

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Tujuh bakal bunga Rafflesia Padma ditemukan petugas Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Pangandaran, di Cagar Alam Pangandaran. Bakal bunga tersebut ditemukan di blok Badeto dan Batumeja.

"Lokasinya sekitar dua jam dengan jalan kaki. Di tengah cagar alam," ujar Kepala Resor KSDA Pangandaran Uking Iskandar saat ditemui di kompleks Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran, Kamis (25/7/2019).

Biasanya, kata Uking, bunga Rafflesia Padma mekar antara bulan Agustus hingga September. Bunga mekar selama satu Minggu.

"Tiap tahun mekar," ujar Uking.

Tujuh bakal itu, lanjut Uking, bisa mekar sempurna bila ada hujan. Namun, yang jadi masalah, saat ini hujan tak kunjung turun.

"Jika enggak ada hujan, kenop (bakal bunga) langsung kering. Menghitam," kata Uking.

Menurut Uking, Rafflesia Padma hanya ada di Cagar Alam Pangandaran. Daerah ini ditetapkan sebagai cagar alam karena ada bunga ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Enggak ada di tempat lain," ujarnya.

Baca juga: Bunga Langka Rafflesia rochussenii Mekar di Gunung Pangrango

Sejumlah rusa berkeliaran di Taman Wisata Alam Pangandaran, Kamis (25/7/2019)Candra Nugraha Sejumlah rusa berkeliaran di Taman Wisata Alam Pangandaran, Kamis (25/7/2019)
Berdasarkan keterangan yang ada di Pusat Informasi TWA Pangandaran, dulunya daerah ini berstatus suaka margasatwa.

Status ini berubah setelah ditemukannya Rafflesia Padma pada tahun 1939 oleh seseorang bernama Appleman.

"Menjadi cagar alam karena ada Rafflesia Padma," kata Uking.

Rafflesia Padma merupakan tumbuhan parasit unik, khas, yang terlihat pada bagian bunganya. Tumbuhan ini tidak mempunyai akar, daun atau batang.

Diameter bunga Rafflesia Padma saat mekar sekitar 20-30 sentimeter. Bunga ini berwarna merah kecoklatan dengan bintik putih dan lobang diafragma sebesar 5 hingga 7 sentimeter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.