Kompas.com - 14/05/2019, 16:14 WIB
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Bunga lengka Rafflesia rochussenii ditemukan mekar sempurna di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) beberapa hari yang lalu.

Kali ini, salah satu tanaman dilindungi tersebut tumbuh di ketinggian 2,7 meter menempel di inang yang merambat ke atas. Padahal, biasanya Rafflesia jenis ini ditemukan di tanah, karena tumbuhan inangnya sering tertutup tanah.

Humas TNGGP Ade Bagja mengatakan, hingga saat ini habitat Rafflesia rochussenii baru ditemukan di wilayah kerja Bidang PTN Wilayah III Bogor.

"Rafflesia rochussenii yang ditemukan oleh Iyan Sopian (PEH) dan Mukti (anggota MMP TNGGP) ketika sedang melakukan pengamatan burung (bird watching) ini, sungguh sangat membanggakan, karena bila dari daur hidupnya yang sangat panjang, umur mekar bunga terhitung sangat pendek," kata Ade kepada Kompas.com, Selasa (14/5/2019) siang.

Baca juga: Bunga Rafflesia Albino Mekar di Bengkulu, Disebut Jenis Baru

Tumbuhan langka terancam punah tersebut telah ditemukan tujuh kali di TNGGP. Meskipun begitu, total siklus hidup Rafflesia rochussenii begitu lama, yaitu lebih dari empat tahun.

"Dikutip dari Saadudin (2011), dari daur hidup tersebut, selama 35 hari bunga dalam fase mulai mekar hingga mekar sempurna," tutur dia.

Rafflesia rochusseni diawali dengan pertumbuhan knop pertama hingga bunga akan mekar. Fase ini membutuhkan waktu 739 hari.

Setelah itu, bunga akan mekar hingga mekar sempurna dalam kurun waktu 35 hari. Dalam kurun waktu tujuh hari, bunga yang telah mekar akan layu.

Baca juga: 6 Perbedaan Harus Diketahui Antara Bunga Bangkai dan Rafflesia

Dari bunga layu hingga berbiji membutuhkan waktu 133 hari. Lalu, dari biji hingga knop pertama membutuhkan waktu selama dua tahun.

Tumbuhan dari keluarga Rafflesiacea bersifat holoparasit, yaitu seluruh kebutuhan makanannya bergantung pada tumbuhan inang. Selain itu, bunga langka ini bersifat dioceous atau berumah dua, di mana bunga jantan dan betina berada pada individu yang berbeda.

"Lamanya siklus hidup dan bunga yang bersifat dioceous ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan populasi dari jenis tumbuhan ini," kata Ade.

Upaya konservasi guna meningkatkan populasi Rafflesia rochussenii di TNGGP dilakukan pihak pengelola dengan memonitor, meningkatkan pengamanan, dan melakukan penelitian yang bekerja sama dengan LBN LIPI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Regional
USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

Regional
Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Regional
Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Regional
Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Regional
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.