Kata Polisi soal Brosur yang Tawarkan Lolos Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya

Kompas.com - 18/07/2019, 14:46 WIB
Suasana kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (17/7/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKSuasana kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (17/7/2019)

MALANG, KOMPAS.com — Jajaran Polres Malang Kota memastikan penyebaran brosur yang menawarkan lolos seleksi mandiri lewat jalur belakang di Universitas Brawijaya (UB) sebagai aksi pernipuan.

Sebab, pihak Universitas Brawijaya menegaskan bahwa tidak ada intervensi dari pihak mana pun terkait penentuan kelulusan seleksi mandiri.

"Iya itu penipuan karena pihak kampus menegaskan tidak ada (seleksi mandiri) jalur belakang," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Universitas Brawijaya Harap Kasus Calo Terbongkar untuk Telusuri Dugaan Keterlibatan Oknum Internal

Meski begitu, Komang terus menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya masih mencari keberadaan Heri dan istrinya Killa. Heri dan istrinya diduga menjadi dalang aksi penyebaran brosur yang menawarkan lolos seleksi mandiri melalui jalur belakang.

Komang mengatakan, nomor ponsel yang dipakai oleh Heri tidak aktif.

"Dari nomor yang dipakai, ketika dilacak posisinya mati. Cuma tidak tertutup kemungkinan kami kembangkan ke nomor-nomor yang lain," kata Komang.

Menurut Komang, keterangan Heri menjadi kunci untuk membongkar kasus itu. Polisi mencari tahu apakah ada keterlibatan oknum di internal kampus atau penawaran lewat brosur itu hanya modus penipuan pihak eksternal.

"Kalau Heri bisa kami amankan, bisa berkembang ke yang lain," kata Komang.

Pada Senin (15/7/2019), pihak Universitas Brawijaya menangkap terduga calo seleksi masuk jalur mandiri berinisial MAK. Saat itu, kampus sedang menggelar tes seleksi masuk jalur mandiri yang diikuti oleh 13.073 peserta.

MAK ditangkap saat beroperasi di pintu gerbang Kampus UB sebelah selatan atau Jalan Veteran. MAK membagikan amplop yang di dalamnya berisi selebaran yang menawarkan lolos seleksi melalui jalur belakang atau orang dalam.

Baca juga: Alasan Polisi Melepas Terduga Calo Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya

Setelah diperiksa oleh pihak UB, MAK mengaku datang dari Surabaya bersama sembilan orang rekannya. Dua di antaranya adalah Heri dan istrinya Killa.

Heri menjadi koordinator penyebaran selebaran tersebut.

MAK sempat diserahkan ke pihak Polres Malang Kota, tetapi dilepaskan dengan alasan polisi belum cukup bukti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.