Hakim Tolak Banding Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar

Kompas.com - 18/07/2019, 13:03 WIB
Dua terdakwa (Andi Muhammad Ilham Agsari alias Ilho dan Sulkifli Amir alias Ramma)  kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar saat divonis hukuman mati oleh hakim PN Makassar, Kamis (11/4/2019) lalu. HIMAWANDua terdakwa (Andi Muhammad Ilham Agsari alias Ilho dan Sulkifli Amir alias Ramma) kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar saat divonis hukuman mati oleh hakim PN Makassar, Kamis (11/4/2019) lalu.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Permohonan banding dua terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar pada 6 Agustus 2018 lalu ditolak majelis hakim Pengadilan Tinggi Makassar.  Kedua sebelumnya meminta pembatalan hukuman mati

Dalam salinan putusan nomor 320/PID/2019/PT MKS yang diterima Kompas.com, Kamis (18/7/2019), tiga hakim yang masing-masing bernama Manika (ketua majelis hakim) dan Wayan Supartha dan Andi Cakra Alam (hakim anggota) menguatkan putusan Pengadilan Negeri Makassar yang memutuskan dua terdakwa pembunuhan satu keluarga itu dihukum mati. 

Itu berarti dua terdakwa yakni Andi Muhammad Ilham Agsari alias Ilho dan Sulkifli Amir alias Ramma tetap akan dieksekusi hukuman mati dan tetap berada di dalam tahanan hingga waktu eksekusi itu tiba. 

Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Ingin Pelaku Dihukum Mati

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Makassar tanggal  11 April  2019 Nomor 1627/Pid.B/2018/PN.Mks. yang dimohonkan banding tersebut," demikian bunyi putusan hakim Pengadilan Tinggi Makassar. 

Hal senada juga diungkapkan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Tabrani saat dikonfirmasi Kompas.com.

Menurutnya saat ini pihaknya telah menerima salinan putusan hakim Pengadilan Tinggi Makassar terkait ditolaknya banding dua eksekutor pembunuhan berencana tersebut. 

"Iya benar. Putusannya menguatkan putusan hakim Pengadilan Negeri Makassar," ujar Tabrani kepada Kompas.com. 

Baca juga: Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Divonis Hukuman Mati

Vonis hukuman mati belum inkrah

Tabrani mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu upaya hukum yang akan diambil terdakwa apakah bakal mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung ataupun tidak.

Yang jelas, ia menyebut bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut terhadap hukuman mati masih belum inkrah. 

"Kami apakah terdakwa mengajukan upaya hukum kasasi atau tidak," singkatnya. 

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X