Pembunuhan Satu Keluarga di Banda Aceh, Pelaku Dituntut Hukuman Mati

Kompas.com - 16/10/2018, 20:08 WIB
Ridwan menjalani sidang kasus pembunuhan majikannya, Asun, dan keluarga. SERAMBINEWS.COM/MASRIZALRidwan menjalani sidang kasus pembunuhan majikannya, Asun, dan keluarga.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Ridwan alias Iwan dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (15/10/2018).

Ridwan didakwa dalam pembunuhan berencana yang mengakibatkan majikannya, Tjie Sun alias Asun (48), sekeluarga, yaitu istri dan putranya, Minarni (40) dan Calliestos NG (8), tewas di rumahnya di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada 5 Januari 2018.

"Menyatakan terdakwa Ridwan terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana seperti diatur dalam pasal 340 KUHPidana. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ridwan berupa pidana mati," ungkap JPU bernama Mursyid.

Dalam sidang ini, pria asal Desa Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, yang didampingi kuasa hukumnya, Ramli Husen, tertunduk di bangku pesakitan saat jaksa membacakan tuntutan terhadap dirinya.

Sementara itu, jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Totok Yanuarto didampingi dua hakim anggota, Muzakir dan Roni Susanta, hanya membacakan pokok-pokok tuntutan.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan dan barang bukti yang dihadirkan ke muka persidangan, Ridwan dinilai terbukti melakukan pembunuhan berencana dengan senjata tajam yang menewaskan tiga orang.

Sebelum membacakan tuntutan, jaksa terlebih dahulu menyampaikan pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan dan meringakan terhadap terdakwa Ridwan.

Namun dari dua pertimbangan itu, jaksa hanya memuat pertimbangan memberatkan saja. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa Ridwan telah menyebabkan orang lain meninggal dunia, perbuatan terdakwa sadis, dan meresahkan masyarakat, serta tidak adanya timbul penyesalan dari terdakwa.

Dalam persidangan sebelumnya terungkap bahwa terdakwa Ridwan membunuh majikannya karena merasa sakit hati dengan ucapan Asun yang mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa diterima oleh Ridwan.

Hanya gara-gara itu, terdakwa Ridwan menghabisi nyawa Asun, termasuk istri dan anak korban secara sadis, yaitu dengan menggorok leher korban.

Kejadian itu terjadi di dalam rumah toko (ruko) yang sekaligus dijadikan sebagai gudang barang grosir milik korban di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat, 5 Januari 2018 sekira pukul 14.30 WIB.

 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Ridwan, Sang Pembunuh Asun Sekeluarga Dituntut Mati



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Regional
2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

Regional
Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Regional
Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Regional
Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
Demi Ujian, Siswa MTs di Lereng Gunung Slamet Ini Jalan Kaki Berburu Sinyal dan Pakai Ponsel Bergantian

Demi Ujian, Siswa MTs di Lereng Gunung Slamet Ini Jalan Kaki Berburu Sinyal dan Pakai Ponsel Bergantian

Regional
6 Fakta Seputar Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar Narkoba

6 Fakta Seputar Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Regional
Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X