Keluarga Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Ingin Pelaku Dihukum Mati

Kompas.com - 10/04/2019, 07:44 WIB
Polisi berjaga di samping mobil tahanan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Makassar saat berada di PN MAKASSAR, Kamis (4/4/2019) Kompas.com/HIMAWAN Polisi berjaga di samping mobil tahanan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Makassar saat berada di PN MAKASSAR, Kamis (4/4/2019)


MAKASSAR, KOMPAS.com - Saat membacakan pleidoi, dua terdakwa perkara pembunuhan satu keluarga di Makassar tak henti-hentinya mendapatkan hujatan dan cercaan dari keluarga dan kerabat korban yang hadir menyaksikan persidangan di PN Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/4/2019).

Keluarga korban masih kesal dengan ulah Muhammad Ilham Agsari (23) dan Sulkifli Amir (22) yang menewaskan enam keluarganya dengan cara membakar rumahnya di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 6 Agustus 2018 lalu.

Pihak keluarga menilai, kedua terdakwa yang merupakan eksekutor pembunuhan layak dihukum mati.

"Harapan kami tetap hukuman mati. Semoga tidak meleset," kata Amiruddin, salah satu orangtua korban yang tewas.

Baca juga: Usai Sidang, Puluhan Kerabat Korban Hadang Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar

Sebelumnya, dua terdakwa perkara pembunuhan satu keluarga di Makassar meminta keringanan hukuman kepada majelis halim usai dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kamis (4/4/2019) lalu.

Dua terdakwa dalam membacakan secara lisan pleidoinya di hadapan majelis hakim menyatakan menyesal telah melakukan pembunuhan yang menewaskan enam orang.

"Saya minta keringanan hukuman karena saya masih punya anak dan istri," kata Ilham, salah satu terdakwa.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B Kecamatan Tallo, bermula ketika Ahmad Fahri, salah satu korban memiliki utang hasil penjualan narkoba sebesar Rp 29 juta kepada Akbar Daeng Ampuh, salah satu kartel narkoba yang saat itu mendekam di dalam penjara.

Karena tak kunjung membayar, Akbar geram dan memerintahkan kedua terdakwa, Ilham dan Sulkifli Amir, untuk membunuh Ahmad Fahri yang kala itu hendak pergi ke Kendari.

Ilham dan Sulkifli Amir diperintah Akbar untuk membakar rumah milil Sanusi, kakek Fahri, karena mengetahui Fahri ada di dalamnya.

Baca juga: Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Dituntut Hukuman Mati

Kebakaran pun terjadi dan menghanguskan rumah milik Sanusi. Enam orang tewas dalam pembunuhan tersebut termasuk Ahmad Fahri dan Sanusi, serta empat keluarga lainnya yakni, Bondeng (nenek Fahri), Musdalifah, Namira, dan Hijas.

Dua bulan setelah diketahui sebagai otak pembunuhan, Akbar Daeng Ampuh memutuskan bunuh diri di dalam selnya di Lapas Klas IA Makassar. Sementara, dua bawahannya dituntut hukuman mati.

Sidang pembacaan vonis kepada kedua terdakwa Ilham dan Sulkifli Amir bakal digelar pada Kamis (11/4/2019) mendatang di Pengadilan Negeri Makassar.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Regional
Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Regional
Jumlah Kunjungan Wisatawan Korea Selatan ke Bali Masih Normal

Jumlah Kunjungan Wisatawan Korea Selatan ke Bali Masih Normal

Regional
Kakak Kelas yang Menyodorkan Kotoran Manusia Dikeluarkan dari Sekolah

Kakak Kelas yang Menyodorkan Kotoran Manusia Dikeluarkan dari Sekolah

Regional
Viral Kisah Pilu 6 Bocah Yatim Piatu, Ayah dan Ibu Meninggal Hampir Bersamaan

Viral Kisah Pilu 6 Bocah Yatim Piatu, Ayah dan Ibu Meninggal Hampir Bersamaan

Regional
Berdiri di Lahan Pemkot Pangkal Pinang, Lapak Pedagang Sembako Dibongkar

Berdiri di Lahan Pemkot Pangkal Pinang, Lapak Pedagang Sembako Dibongkar

Regional
Gubernur NTT Tentukan Harga Terendah dan Tertinggi Minuman Sophia

Gubernur NTT Tentukan Harga Terendah dan Tertinggi Minuman Sophia

Regional
'Saya Tak Sanggup Terima Uang Ini, Niatnya Hanya Menolong'

"Saya Tak Sanggup Terima Uang Ini, Niatnya Hanya Menolong"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X