Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer SD/SMP Madiun, Polisi Minta BPKP Hitung Kerugian Negara

Kompas.com - 15/07/2019, 21:39 WIB
Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Suharyono MUHLIS AL ALAWIKasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Suharyono

MADIUN, KOMPAS.com - Penyidik Tindak Pidana Korupsi Satuan Reskrim Polres Madiun Kota meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) Jawa Timur menghitung kerugian negara pada pengadaan komputer SD/ SMP se-Kota Madiun.

Penghitungan kerugian dilakukan setelah kasus pengadaan komputer tahun anggaran 2017 senilai Rp 27 miliar naik penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Suharyano menyatakan, polisi memeriksa saksi-saksi untuk kepentingan kelengkapan penghitungan kerugian negara setelah kasus ini naik ke tahap penyidikan.

"Setelah kasus ini naik penyidikan, kami meminta BPKP Jawa Timur untuk menghitung kerugian negara dalam pengadaan ribuan komputer senilai Rp 27 miliar. Untuk menghitung kerugian negara kami harus memeriksa saksi-saksi kembali," kata Suharyono, saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Tidak Ada Pemberantasan Korupsi di Pidato Jokowi, Ini Penjelasan TKN

Kendati sudah naik penyidikan, kata Suharyono, polisi belum menetapkan tersangka.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi memperoleh hasil perhitungan kerugian negara dalam kasus tersebut.

Suharyono mengatakan, sepekan terakhir, penyidik memanggil beberapa pihak untuk diperiksa sebagai saksi. Pihak yang dipanggil mulai dari pejabat pengadaan hingga pelaksana proyek.

Untuk diketahui, penyidik Tipikor Satreskrim Polres Madiun Kota mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan komputer untuk SD dan SMP di Kota Madiun sejak Maret 2018.

Polisi mulai menelisik kasus itu setelah mendapatkan informasi dari masyarakat pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Kota Madiun kurun waktu 2016-2017 ditengarai tidak sesuai spesifikasi.

Baca juga: Istana: Tak Ada Niat Presiden untuk Abai Masalah HAM dan Korupsi

Selama kurun setahun lebih, polisi telah memeriksa panitia pengadaan, kepala dinas, kepala sekolah hingga istri mantan Wakil Wali Kota Madiun.

Anggaran yang ditetapkan untuk pengadaan komputer 56 SD di Kota Madiun tahun 2016 tersebut mencapai Rp 11 miliar.

Sedangkan pengadaan untuk 14 SMP dilakukan tahun 2017 dengan anggaran Rp 16 miliar. Masing-masing sekolah mendapatkan 15-20 komputer. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X