Cerita Keluarga Korban Salah Tembak BNN, Panik Saat Dihadang dan Ditembaki

Kompas.com - 15/07/2019, 13:34 WIB
Jamilah (kanan) bersama Sulaiman dan keluarga korban dugaan salah tembak BNN saat mengadu ke KontraS Sumut, Senin (15/7/2019) HandoutJamilah (kanan) bersama Sulaiman dan keluarga korban dugaan salah tembak BNN saat mengadu ke KontraS Sumut, Senin (15/7/2019)

Sulaiman mengaku diberi uang transport sebanyak Rp 500 ribu oleh petugas yang mengantarkannya pulang ke Jalan DI Panjaitan, Kota Medan.

Jenazah Yasin yang tak lain abang ipar dari Rahmadsyah Sitompul, dipulangkan ke rumah keluarganya. 

KontraS Sumut yang dikonfirmasi mengatakan, akan mendampingi para korban. Saat ini tengah mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti dari para korban. Selanjutnya akan menyurati Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM).  

“Kami meminta Komnas HAM menginvestigasi kasus ini, supaya para korban dan keluarganya mendapat keadilan dan proses hukum bisa berjalan," kata Koordinator Badan Pekerja KontraS Sumut Amin Multazam Lubis, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Soal Anggotanya yang Salah Tembak, Polri Bakal Cek SOP Izin Kepemilikan Senpi

Kasus sensitif...

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BNN Brigjen Sulistyo Pudjo yang dimintai keterangannya terkait kasus ini mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Sulistiyo mengaku sudah bertemu keluarga Yasin di Batubara pasca kejadian. Karena masih mengumpulkan data dan informasi internal, dirinya tak bisa menjawab pertanyaan wartawan. 

"Nanti yang akan merilis pimpinan karena kasus ini sangat sensitif, menyangkut profesionalitas, akuntabilitas hingga kepercayaan publik kepada lembaga BNN,” kata Sulistiyo pada Jumat (12/7/2019) lewat sambungan teleponnya kepada wartawan. 

Namun dia sedikit membeberkan kronologis versinya, kata Sulistiyo, mobil yang ditumpangi Yasin bersama empat orang lain berada di lokasi BNN yang sedang melakukan pengejaran di Kabupaten Batubara dan Deliserdang.

Baca juga: Salah Tembak Anaknya, Polisi Langsung Serahkan Pistol ke Kantor

 

Menurutnya, awalnya petugas tidak mengikuti mobil Yasin, namun ketika berada di Deliserdang, mobil ini kembali muncul. Bahkan menabrak mobil BNN. 

Soal uang transport yang diterima Sulaiman, dirinya mengaku tidak mengetahuinya. 

“Saya enggak tau, itu deputi berantas. Kalau masalahnya begitu dari inspektorat (nanti). Itu nanti keputusan kepala BNN. Kita sekadar membantu. Tujuannya datang ke sana (Batubara), untuk melihat langsung dari keluarga,” ucapnya mengakhiri pembicaraan. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Regional
Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Regional
Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

Regional
Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X