Cerita Keluarga Korban Salah Tembak BNN, Panik Saat Dihadang dan Ditembaki

Kompas.com - 15/07/2019, 13:34 WIB
Jamilah (kanan) bersama Sulaiman dan keluarga korban dugaan salah tembak BNN saat mengadu ke KontraS Sumut, Senin (15/7/2019) HandoutJamilah (kanan) bersama Sulaiman dan keluarga korban dugaan salah tembak BNN saat mengadu ke KontraS Sumut, Senin (15/7/2019)

"Kami kira begal, kami panik...!" timpal Sulaiman.

Yasin membelokkan mobil ke kanan, mencari arah lain. Mobil petugas mengejar, lalu menembaki.

Penumpang dalam Avanza semakin panik, apalagi begitu melihat Yasin yang duduk paling belakang dan Sofyan Hidayat kepalanya berdarah.

Dalam kepanikan dan kebingungan, Yusuf tancap gas ke arah Jalan Perhubungan, Laudendang. 

Tiba-tiba ada mobil lain yang menghadang, kemudian kembali terdengar suara tembakan.

Sulaiman tiarap, lalu keluar menyelamatkan diri setelah mobil terhenti di depan sebuah warung.

Baca juga: Obrolan Buwas dengan Remaja yang Terjaring Razia BNN

Terluka tembak

Dirinya dan Yusuf sampai memanjat pohon mangga untuk menghindari kejaran, tak dilihatnya lagi batang hidung kawan-kawannya. Dirinya akhirnya turun dari pohon setelah para pengejar mengaku polisi. 

“Ada yang mengaku polisi, kami pun turun, terus diborgol. Pas digiring, baru tahu aku kaki Yusuf kena tembak,” kata nelayan berusia 29 tahun ini. 

Masih dengan tangan diborgol, bersama Yasin mereka dibawa petugas menuju Rumah Sakit Haji, Kota Medan.

Kata Sulaiman, sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Yasin memegangi bagian perutnya. Dia sempat mendapat perawatan, namun akhirnya meninggal dunia.

Begitu Yasin tak bernyawa lagi, borgol dilepas. Selanjutnya Yusuf dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan luka tembak di kaki kirinya. 

Baca juga: BNN Amankan 82 Kg Sabu dari Malaysia yang Disembunyikan Dalam Ban Mobil

Sulaiman menginap semalam di sel BNN Provinsi Sumut. Petugas yang menanyainya sempat mendaratkan tamparan.

Tak lama, Sofyan dan Robi datang, mereka dipertemukan dengan para tersangka. Mengaku tidak mengenal, ketiganya diminta tes urine dan hasilnya negatif. Dinyatakan tak terbukti terlibat dan bersalah, mereka dibebaskan pada Sabtu (6/7/2019).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X