Keluarga Korban Mutilasi: Kami Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Kompas.com - 14/07/2019, 14:29 WIB
Jenazah korban mutilasi, KW (51) dibawa keluarga ke kampung halaman dari RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2019). Fadlan Mukhtar ZainJenazah korban mutilasi, KW (51) dibawa keluarga ke kampung halaman dari RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Keluarga KW (51), korban mutilasi di Banyumas, Jawa Tengah, berharap pelaku yang memutilasi anggota keluarga mereka dihukum seberat-beratnya.

"Kami serahkan kepada aparat kepolisian. Saya mewakili keluarga meminta pelaku dihukum seberat-beratnya," kata kakak korban, Samjaji saat menjemput jenazah korban di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2019).

Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Mutilasi di Banyumas, Pelaku Bohongi Polisi hingga Pembunuhan Direncanakan

Jenazah KW , warga Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat diserahkan kepada pihak keluarga di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, perwakilan keluarga, termasuk suami korban menjemput langsung jenazah ke rumah sakit. Selanjutnya jenazah dibawa ke Temanggung, Jawa Tengah dengan pengawalan polisi.

Korban akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Desa/Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Baca juga: 6 Fakta Terbaru Kasus Mutilasi Mayat Terbakar, Dibunuh di Bandung hingga Hutang Rp 20 Juta

Diberitakan sebelumnya, DP, membunuh korban KW di Bandung, Jabar. Sebelumnya KW mengaku membunuh KW di Bogor.

Korban dibunuh dengan menggunakan palu. 

Jenazah korban dimutilasi dan dibuang ke dua daerah yaitu Banyumas dan Kebumen. 

Motif pembunuhan karena pelaku ingin menguasai harta korban.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

445 Seniman Meriahkan Festival Asmat Pokman

Regional
Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Regional
Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Regional
Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Bawa Paksa Jenazah Bayi, Driver Ojek Online Minta Maaf secara Tertulis ke RSUP M Djamil Padang

Regional
Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Nonton Bareng Video Porno Meresahkan Warga, Ini Tindakan Pemkab Magetan

Regional
Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Warga Jabar, Nantikan Keseruan Jabar Otofest 2019 Akhir Pekan Nanti

Regional
Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Di Baubau, Utusan Kerajaan Korea hingga Thailand Dijamu 1.000 Talang Kuliner, Dihibur 700 Penari Kolosal

Regional
Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Soal Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2020, Ini Respons Wishnutama

Regional
Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pemkab Agam Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Regional
Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Kisah Samiyati, Guru Honorer di Ende, 11 Bulan Mengajar Tanpa Digaji

Regional
Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Di Bali, Menteri Wishnutama Bicara Pentingnya Wisatawan Berkualitas

Regional
Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Regional
Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Lagi, Jateng Dinobatkan Sebagai Provinsi Informatif

Regional
Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Masih Ingat Balapan Tradisional Kadaplak? Permainan Ekstrem Ini Kembali Dihidupkan Generasi Milenial

Regional
Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Pembangunan Jalan Bua-Rantepoa Telan Biaya Rp 200 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X