Tersangka Mutilasi dan Bakar Korban Bohongi Polisi, Lokasi Pembunuhan Ternyata di Bandung

Kompas.com - 13/07/2019, 15:58 WIB
Terduga pelaku mutilasi di Banyumas, DP (37) ditangkap polisi, Kamis (11/7/2019) malam. Fadlan Mukhtar ZainTerduga pelaku mutilasi di Banyumas, DP (37) ditangkap polisi, Kamis (11/7/2019) malam.

PURWOKERTO, KOMPAS.com — DP (37), pelaku mutilasi perempuan berinisial KW (51), berbohong kepada polisi soal lokasi pembunuhan.

DP tidak menghabisi korban di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, seperti pengakuan sebelumnya, tetapi di daerah Bandung.

Baca juga: Tersangka DP yang Mutilasi dan Bakar Korban Terancam Hukuman Mati

"Ternyata tersangka bohong jika TKP (tempat kejadian perkara) berada di Puncak, Bogor. TKP pembunuhannya ternyata di Bandung," kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (13/7/2019).

Bambang mengatakan, saat ini tim dari Polres Banyumas tengah berada di Bandung. Tim membawa tersangka ke Bandung untuk menunjukkan lokasi pembunuhan.

Sebelumnya, tersangka mengaku korban dibunuh di sebuah tempat umum yang sepi dengan cara menebas leher korban hingga terpotong pada Minggu (7/7/2019) sore.

Baca juga: Bukan Asmara, Ini Motif Sesungguhnya DP Mutilasi dan Bakar Korban

Bambang mengatakan, setelah korban dibunuh, mayatnya dibawa menggunakan mobil.

"Setelah jalan sekitar 10 atau 15 menit, dipotong tangan kiri dan kanan, kaki dibagi dua," ujar Bambang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor KUA Dibobol Maling, 366 Buku Nikah Raib

Kantor KUA Dibobol Maling, 366 Buku Nikah Raib

Regional
Nasdem Resmi Usung Pasangan Incumbent di Pilkada Banjarbaru

Nasdem Resmi Usung Pasangan Incumbent di Pilkada Banjarbaru

Regional
Harimau yang Ditangkap di Semede Jalani Pemeriksaan Dokter di Lampung

Harimau yang Ditangkap di Semede Jalani Pemeriksaan Dokter di Lampung

Regional
4 Pejabat Pemkab Jember Bakal Dipanggil Paksa Polisi Hadiri Rapat Angket

4 Pejabat Pemkab Jember Bakal Dipanggil Paksa Polisi Hadiri Rapat Angket

Regional
Kapal Kayu Bawa 14 Penumpang Tenggelam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah

Kapal Kayu Bawa 14 Penumpang Tenggelam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah

Regional
Limbah Minyak Hitam Cemari Perairan Bintan, Plt Gubernur Kepri Marah

Limbah Minyak Hitam Cemari Perairan Bintan, Plt Gubernur Kepri Marah

Regional
Harimau Pemangsa Manusia di Muara Enim Bakal Dilepas ke Habitat Semula

Harimau Pemangsa Manusia di Muara Enim Bakal Dilepas ke Habitat Semula

Regional
Kronologi Oknum Guru Pukul Mantan Siswa dengan Besi Tiang Net Bulu Tangkis

Kronologi Oknum Guru Pukul Mantan Siswa dengan Besi Tiang Net Bulu Tangkis

Regional
Ibunda Eksekutor Hakim PN Medan: Anak Saya Penyayang, Membunuh Binatang Pun Tidak Akan Tega

Ibunda Eksekutor Hakim PN Medan: Anak Saya Penyayang, Membunuh Binatang Pun Tidak Akan Tega

Regional
Wali Kota Hendi Minta Keunggulan Kelurahan Plamongansari Dipertahankan

Wali Kota Hendi Minta Keunggulan Kelurahan Plamongansari Dipertahankan

Regional
Anggota Brimob Todong Warga dan Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata, Kapolres Polman Minta Maaf

Anggota Brimob Todong Warga dan Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata, Kapolres Polman Minta Maaf

Regional
Kronologi Anggota Brimob Todongkan Senjata ke Warga dan Lepaskan Tembakan gara-gara Karcis

Kronologi Anggota Brimob Todongkan Senjata ke Warga dan Lepaskan Tembakan gara-gara Karcis

Regional
Niat Prank Bunuh Diri di Jembatan, Mahasiswi di Bali Diamankan Warga

Niat Prank Bunuh Diri di Jembatan, Mahasiswi di Bali Diamankan Warga

Regional
Siswa SMK Ini Ciptakan Tangan Robot Khusus Disabilitas dengan Harga Murah

Siswa SMK Ini Ciptakan Tangan Robot Khusus Disabilitas dengan Harga Murah

Regional
Kasus Korupsi Hibah Pilwalkot, Eks Sekretaris KPU Makassar Divonis 5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Hibah Pilwalkot, Eks Sekretaris KPU Makassar Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X