4 Fakta Kebakaran di Pasar Lubuk Alung, 142 Kios Terbakar hingga Api Diduga Berasal dari Salon

Kompas.com - 13/07/2019, 07:01 WIB
Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat terbakar, Kamis (11/7/2019) malam. Do. Humas Polres Padang PariamanPasar Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat terbakar, Kamis (11/7/2019) malam.

KOMPAS.com - Kebakaran hebat melanda pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 21.20 WIB.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi masih menyelidiki penyebab terbakarnya pasar Lubuk Alung.

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari api yang muncul di salah satu salon yang terdapat di dalam pasar. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 142 kios ludes terbakar.

Berikut fakta Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman yang ludes terbakar:

1. Belum diketahui

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman AKP Lija Nesmon menyebutkan pihaknya masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

"Kami masih di lapangan. Petugas sedang bekerja di lapangan. Nanti konfirmasi kembali," kata Lija yang dihubungi Kompas.com

Pasar Lubuk Alung merupakan salah satu pasar sentral di Padang Pariaman. Di pasar ini bermacam-macam kebutuhan ada dijual, seperti kebutuhan pokok sehari-hari, pakaian, elektronik dan lainnya.

Baca juga: Pasar Lubuk Alung Padang Pariaman Terbakar

2. Diduga dari salon

Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman terbakar Kamis (11/7/2019) malam. Api diduga dari toko salon. Dok: Humas Polres Padang Pariaman Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman terbakar Kamis (11/7/2019) malam. Api diduga dari toko salon.

Polisi masih menyelidiki penyebab terbakarnya pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman, pada Kamis (11/7/2019) malam.

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari api yang muncul di salah satu salon yang terdapat di dalam pasar.

"Ada saksi yang menyebut api berasal dari toko salon. Namun, kami belum bisa memastikannya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/7/2109).

Lija mengatakan, salon tersebut memang berada di dalam pasar. Sementara, di sekelilingnya terdapat kios makanan, kios pakaian, kios barang pecah belah, kosmetik, sembako dan lainnya yang mudah terbakar.

Baca juga: Kebakaran Pasar Lubuk Alung, Api Diduga Berasal dari Salon

3. 142 kios ludes terbakar

Ilustrasi kebakaranMuhamad Syahri Romdhon/kompas TV Ilustrasi kebakaran

Sebanyak 142 kios di Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, terbakar, Kamis (11/7/2019) malam.

"Setelah didata ada 142 kios yang hangus terbakar. Sebanyak 102 kios berisi dan 40 kios kosong," katanya.

Lija menyebutkan, kios yang terbakar seperti toko salon, kios bahan pokok makanan, kios pecah belah, pakaian, kosmetik dan lainnya. Untuk kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan korban jiwa tidak ada.

Baca juga: 142 Kios Terbakar di Pasar Lubuk Alung Padang Pariaman

4. Menunggu hasil dari tim inafis dan labfor Medan

Ilustrasi kebakaranKOMPAS.com / Syahrul Munir Ilustrasi kebakaran

Untuk menyelidiki penyebab pastinya, tim Inafis Polda Sumbar dan Laboratorium Forensik Medan sudah turun melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Untuk penyebab pastinya, kita masih menunggu hasil dari tim Inafis dan Labfor Medan," kata Lija.

Baca juga: Kebakaran di Tebet Sebabkan 1.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Sumber: KOMPAS.com (Putra Perdana)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Bebas Berkat Asimilasi Corona, Napi Ini Diamuk Warga Kedapatan Mencuri

Baru Bebas Berkat Asimilasi Corona, Napi Ini Diamuk Warga Kedapatan Mencuri

Regional
Cerita Dewi, Produksi Masker Kain yang Separuh Keuntungannya untuk Membantu Relawan Covid-19

Cerita Dewi, Produksi Masker Kain yang Separuh Keuntungannya untuk Membantu Relawan Covid-19

Regional
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran di CPP Gundih Blora

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran di CPP Gundih Blora

Regional
Gubernur Kepri Pertimbangkan Pemberlakuan PSBB

Gubernur Kepri Pertimbangkan Pemberlakuan PSBB

Regional
Ditolak di Maumere, KM Lambelu Beserta ABK Kini Dikarantina di Perairan Makassar

Ditolak di Maumere, KM Lambelu Beserta ABK Kini Dikarantina di Perairan Makassar

Regional
Puskesmas di Cirebon Luncurkan Berobat Online, Gratis Antar Obat

Puskesmas di Cirebon Luncurkan Berobat Online, Gratis Antar Obat

Regional
Operasi CPP Gundih Blora Distabilisasi Pasca-kebakaran

Operasi CPP Gundih Blora Distabilisasi Pasca-kebakaran

Regional
Gubernur NTT Larang Warga Makan di Rumah Makan untuk Cegah Corona

Gubernur NTT Larang Warga Makan di Rumah Makan untuk Cegah Corona

Regional
Usut Tambang Ilegal di Waduk Samboja Kaltim, Polisi Periksa 4 Saksi

Usut Tambang Ilegal di Waduk Samboja Kaltim, Polisi Periksa 4 Saksi

Regional
Kompleks Proyek Pengembangan Gas Jawa di Blora Terbakar

Kompleks Proyek Pengembangan Gas Jawa di Blora Terbakar

Regional
Cerita Warga Bertetangga Orang Terpapar Corona, Awalnya Ada yang Berniat Pindah Rumah, Berakhir dengan Gerakan Solidaritas

Cerita Warga Bertetangga Orang Terpapar Corona, Awalnya Ada yang Berniat Pindah Rumah, Berakhir dengan Gerakan Solidaritas

Regional
Pemkot Kediri Karantina Kompleks Perumahan Tempat Tinggal Pasien Positif Covid-19

Pemkot Kediri Karantina Kompleks Perumahan Tempat Tinggal Pasien Positif Covid-19

Regional
46 Tahanan Polres Bukittinggi Jadi ODP Virus Corona

46 Tahanan Polres Bukittinggi Jadi ODP Virus Corona

Regional
Dana Penanganan Covid-19 di Salatiga Rp 70 Miliar, Setiap RW Kebagian Rp 15 Juta

Dana Penanganan Covid-19 di Salatiga Rp 70 Miliar, Setiap RW Kebagian Rp 15 Juta

Regional
Mengenang Jejak Glenn Fredly di Studio Rekaman Lokananta Solo...

Mengenang Jejak Glenn Fredly di Studio Rekaman Lokananta Solo...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X