Penyintas Tanah Bergerak di Sukabumi Siap Tempati Hunian Sementara

Kompas.com - 12/07/2019, 09:05 WIB
Seorang penyintas bencana menandatangani surat pernyataan di kantor Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi,Jawa Barat, Kamis (11/7/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOSeorang penyintas bencana menandatangani surat pernyataan di kantor Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi,Jawa Barat, Kamis (11/7/2019).

"Ada satu keluarga yang bertahan lebih memilih menempati rumahnya sekalipun di zona merah. Kondisi rumahnya memang tidak rusak parah. Dan sudah menandatangi surat pernyataan tidak akan menuntut ke pemerintah bila terjadi hal tidak diinginkan," ujar dia.

Baca juga: Pemkab Jayapura Target Minggu Depan Tentukan Lokasi Huntara bagi Korban Banjir Sentani

Syarat penyintas tempati huntara

Kepala BIdang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman mengatakan pemerintah daerah akan menyiapkan huntara sesuai pengajuan warga yang menjadi korban bencana.

Namun dalam amanat perundangan harus ditempuh sejumlah persyaratan. Di antaranya menandatangi surat pernyataan di atas materai Rp 6.000 dengan saksi Kepala Desa Kertaangsana.

"Salah satunya poinnya siap menempati huntara minimal dua tahun dan tidak mengisi rumah di lokasi bencana," kata Maman selesai memimpin pertemuan dengan warga kepada Kompas.com di kantor Desa Kertaangsana Kamis (11/7/2019) sore.

Menurut dia setelah warga menandatangi surat kesiapan menempati huntara, jaringan listrik dari rumah asal di lokasi bencana akan dipasang di huntara.

Baca juga: Peluk dan Tangis Korban Bencana Tanah Bergerak, Tak Bisa Lebaran di Rumah Sendiri

 

Warga akan menempati huntara minimal dua tahun hingga akhirnya menempati hunian tetap (huntap).

Namun, lanjut dia, hingga saat ini Pemerintah Desa Kertaangsana belum memiliki lahan untuk huntap tersebut. Penentuan lokasi huntap juga harus berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.

"Nantinya setelah ada huntap, lahan bekas bangunan rumah di lokasi bencana akan dijadikan sebagai lahan pertanian," ujarnya.

Pembangunan huntara pakai dana APBD

Maman mengimbau kepada seluruh warga yang menjadi korban bencana tanah bergerak untuk tidak menempati rumahnya di zona merah.

Karena dikhawatirkan dampak pergerakan tanah akan kembali terjadi lebih besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Regional
Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Regional
Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Regional
Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Regional
Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Regional
Ada 4 Kasus Baru Covid-19 di Tegal, 1 Meninggal Dunia

Ada 4 Kasus Baru Covid-19 di Tegal, 1 Meninggal Dunia

Regional
18 Balita yang Rumahnya Terbakar di Sumba Tidur Beratapkan Terpal, Berdinding Daun Kelapa

18 Balita yang Rumahnya Terbakar di Sumba Tidur Beratapkan Terpal, Berdinding Daun Kelapa

Regional
Wakil Wali Kota Surabaya Sebut Ibu-ibu Berperan Penting Cegah Penyebaran Covid-19

Wakil Wali Kota Surabaya Sebut Ibu-ibu Berperan Penting Cegah Penyebaran Covid-19

Regional
Wabah Chikungunya Melanda Satu Kampung di Cianjur, Warga Sampai 'Ngesot' ke Kamar Mandi

Wabah Chikungunya Melanda Satu Kampung di Cianjur, Warga Sampai "Ngesot" ke Kamar Mandi

Regional
Demo Tolak Omnibus Law di Yogyakarta Diwarnai Kericuhan

Demo Tolak Omnibus Law di Yogyakarta Diwarnai Kericuhan

Regional
Antropolog: Pakai Baju Adat Sabu Raijua, Respek Jokowi Terhadap Budaya NTT

Antropolog: Pakai Baju Adat Sabu Raijua, Respek Jokowi Terhadap Budaya NTT

Regional
Seorang Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, 6 Pelaku Ditangkap

Seorang Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, 6 Pelaku Ditangkap

Regional
Bos Muncikari Prostitusi Online Artis VS Ditangkap Polisi, Ternyata Warga Bekasi

Bos Muncikari Prostitusi Online Artis VS Ditangkap Polisi, Ternyata Warga Bekasi

Regional
Anak Korban Pemerkosaan hingga Hamil Dirawat di Panti Asuhan

Anak Korban Pemerkosaan hingga Hamil Dirawat di Panti Asuhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X