Gali Parit di Kebun Pisang, Pria ini Temukan Batu Karang yang Diduga Makam Kuno

Kompas.com - 09/07/2019, 11:42 WIB
Warga Desa Kumpulrejo, Patebon, Kendal digegerkan dengan penemuan makam kuno di sebuah kebun pisang di desanya 
TribunnewsWarga Desa Kumpulrejo, Patebon, Kendal digegerkan dengan penemuan makam kuno di sebuah kebun pisang di desanya
Editor Rachmawati

KENDAL, KOMPAS.com – Sebuah makam kuno  ditemukan terpendam tanah sedalam satu meter di Desa Kumpulrejo, Patebon, Kendal, Jawa Tengah.

Makam kuno tersebut berada di areal kebun pisang dan ditemukan pertama kali oleh Catur (59) saat menggali parit pada Sabtu (29/6/2019).

Namun, alat penggalinya mengenai bagian dari makam tersebut

"Saya gali ternyata berbentuk makam. Kemudian saya panggil para warga untuk membantu menggali," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (8/7/2019).

Baca juga: Ratusan Makam Kuno dan Keramik Ditemukan di Aceh, Diduga Peninggalan Kerajaan Lamuri

Diduga makam yang terbuat dari batu karang itu telah berusia ratusan tahun dan tidak ditemukan sama sekali tulisan yang menerangkan informasi terkait penghuni makam tersebut.

Hanya dua garis tegak yang berada di salah satu nisan makam tersebut.

Sejak ditemukan , makam tersebut selalu dikunjungi oleh warga sekitar.

Catur menjelaskan selama ini warga sekitar tidak ada yang mengetahui bahwa di kebun tersebut terdapat sebuah makam.

Menurutnya, kebun pisang itu sebelumnya hanya lahan biasa yang kemudian ia tanami pisang.

"Saat ditemukan makam dalam kondisi utuh rapi beserta kijingnya. Saya tidak tahu makam siapa. Para warga di sini pun juga tidak ada yang tahu," katanya.

Baca juga: Naskah Kuno Ulama Indonesia Berusia Ratusan Tahun Rawan Diperdagangkan

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Terawan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Regional
Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X