Cegah Massa Hakimi Pelaku Pembunuhan, Polisi Keluarkan 3 Tembakan Peringatan

Kompas.com - 03/07/2019, 21:13 WIB
Garis polisi dipasang di lokasi pembunuhan di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/2019) Doc Polsek CisokaGaris polisi dipasang di lokasi pembunuhan di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/2019)

TANGERANG, KOMPAS.com - Aparat kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan saat akan mengamankan Sarjaya alias Jaya (63), pelaku pembunuh kakak ipar di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (3/7/2019).

Kapolsek Cisoka, Polres Kota Tangerang, AKP Uka Surbakti mengatakan, rentetan tembakan peringatan terpaksa dilakukan untuk mencegah keluarga dan massa yang berusaha untuk menghakimi pelaku.

" Tembakan peringatan tiga kali untuk mencegah hal-hal buruk," kata Uka dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (3/7/2019).

Uka mengatakan, petugas dari Polsek Cisoka bergerak cepat saat mendapat laporan dari masyarakat soal adanya pembunuhan di Kampung Nangung, RT 04 RW 01, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Dilarang Bawa Pulang Istri, Pria 63 Tahun Bunuh Kakak Ipar

Saat didatangi ke TKP, pelaku berada di rumahnya dengan masih memegang sebilah golok yang digunakan untuk membunuh korban Yahya (56). Tanpa perlawanan, pelaku langsung diamankan beserta barang bukti dan dibawa ke Polsek Cisoka untuk dimintai keterangan.

Namun dalam perjalanan, sejumlah warga dan juga keluarga korban mencegat rombongan petugas polisi dan pelaku.

"Perjalanan ke mobil patroli, keluarga korban dan massa tidak terima kejadian tersebut dan berusaha menghakimi pelaku," kata Uka.

Aksi tersebut terpaksa harus dihentikan dengan tembakan peringatan. Akhirnya, massa yang tengah marah itu bisa mengerti. Pelaku diamankan untuk kemudian dibawa ke Mapolsek Cisoka untuk pengusutan lebih lanjut. 

Sebelumnya, korban meregang  nyawa dengan luka menganga di leher. Luka tersebut berasal dari bacokan golok tajam milik pelaku yang sakit hati karena dilarang membawa pulang istrinya.

Baca juga: Bunuh Kakak Ipar, Pelaku Pembacokan Diamuk Massa

Uka menjelaskan pelaku tega membunuh korban yang tak lain merupakan kakak iparnya sendiri lantaran sakit hati dihalang-halangi saat ingin membawa pulang istrinya, Mulyanah.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangkut Jaring Nelayan, Dua Ekor Dugong Mati di Laut Kepulauan Kei

Tersangkut Jaring Nelayan, Dua Ekor Dugong Mati di Laut Kepulauan Kei

Regional
Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Regional
Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Regional
Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Regional
Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Regional
Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Regional
Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Regional
LIPI: Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

LIPI: Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

Regional
2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

Regional
2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Regional
Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Regional
Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Regional
Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Regional
Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Regional
Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X