Nilai UN Belum Keluar, Siswa Difabel di Yogyakarta Sulit Daftar Sekolah Negeri

Kompas.com - 02/07/2019, 18:54 WIB
pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus thinkstock/alexdanspendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Sejumlah orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) mengadukan satu nilai mata pelajaran di Ujian Nasional (UN) yang sampai saat ini belum keluar ke Komite Hak Disabilitas DIY.

Satu nilai yang belum keluar ini adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia.

"Ada tiga mata pelajaran, Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Nah yang belum keluar sampai saat ini itu nilai pelajaran Bahasa Indonesia," ujar Rosma, salah satu wali murid ABK di Kantor Komite Hak Disabilitas DIY, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Kisah Hariyani, Seorang Diri Mengasuh 3 Cucunya yang Berkebutuhan Khusus

Rosma mengatakan sudah bertanya ke SLB tempat anaknya sekolah. Pihak sekolah menyampaikan jika akan menindaklanjuti dengan menanyakan ke Dinas Pendidikan kapan nilai tersebut akan keluar.

Warga Maguwoharjo, Kabupaten Sleman ini menyampaikan sebenarnya anaknya ingin sekolah di sekolah negeri. Namun, tidak jadi mendaftar karena sampai saat ini ada nilai yang belum keluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga akan kesulitan ketika akan mendaftar di sekolah negeri.

"Saya melihat negeri itu masih complicated ya. Apalagi nilainya belum jelas kapan keluarnya, ijazah juga akan mundur waktunya," tegasnya.

Diakuinya, sebagai orang tua tidak mendapatkan sosialisasi terkait informasi sekolah negeri mana saja yang bisa menerima siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Sehingga dirinya kebingungan untuk mencari sekolah yang bisa menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Rosma pun pernah mencoba bertanya ke salah satu sekolah negeri. Pihak sekolah tersebut menyampaikan jika belum siap menerima siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X