Pulang dari Pondok Pesantren, Pasangan Suami Istri Tewas Tertabrak Kereta Api

Kompas.com - 02/07/2019, 13:55 WIB
Ilustrasi kereta apiKOMPAS / AGUS SUSANTO Ilustrasi kereta api

JEMBER, KOMPAS.com- Pasangan suami istri, Muhammad Askin dan Inggar Nurcahyani, warga Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tewas tertabrak Kereta Api ( KA) Tawang Alun Relasi Banyuwangi- Malang, Selasa (2/7/2019).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB di jalur antara Stasiun Arjasa- Jember, saat keduanya baru pulang dari Pondok Pesantren Ibnu Katsir.

"Beliau baru saja bertemu dengan pengurus pondok, dan langsung pulang," kata Humas Pondok Pesantren Ibnu Katsir, Agus Rohmawan, saat dikonfirmasi, Selasa.

Baca juga: Pengendara Motor Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu


Namun. saat melintas di perlintasan KM 198+5, KA Tawang Alun Relasi Banyuwangi- Malang lewat dan menabrak kedua korban.

"Saya kurang tahu apakah beliau tidak menyadari ada kereta lewat," lanjutnya.

Baca juga: Diduga Sibuk Main Ponsel, Pria Ini Tewas Tertabrak Kereta Api

Humas PT KAI Daerah Operasional 9 Jember Luqman Arif membenarkan peristiwa tersebut.

"Memang benar sekitar Pukul 07.43 KA Tawang alun relasi Banyuwangi - Malang tertemper pengendara sepeda motor," katanya.

Jenazah kedua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Soebandi.

Setelah dilakukan pemeriksaan lokomotif dan rangkaian, kereta api kembali melanjutkan perjalanan. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

RSKIA Kota Bandung Senilai Rp 750 Miliar Siap Beroperasi Tahun Depan

Regional
Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X