Kompas.com - 02/07/2019, 05:30 WIB
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. LABIB ZAMANIWali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo alias Rudy menyatakan dirinya tak bisa serta-merta langsung menutup warung penjual daging anjing di Solo, Jawa Tengah, seperti yang telah dilakukan Pemkab Karanganyar beberapa waktu lalu.

Rudy ingin membuat regulasi yang sesuai sebagai salah satu upaya agar nantinya para penjual daging anjing secara perlahan mau berganti profesi dan tidak lagi berjualan daging anjing.

"Kita akan membuat peraturan. Setelah peraturan dibuat dilaksanakan. Kalau nanti masih ada pelanggaran baru kita mencari solusi. Tidak langsung ditutup, dikasih modal, pindah ganti jualan lain. Bukan seperti itu," katanya, Senin (1/7/2019).

Rudy mengatakan, jika regulasi yang dibuatnya nanti masih dilanggar para penjual daging anjing, maka mereka akan dipanggil untuk diberikan pembinaan.

Baca juga: Warung Daging Anjing Harus Tutup, Pino Ganti Jualan Wedang Ronde...

 

Dalam pembinaan itu sekaligus diberi pemahaman kepada mereka supaya tidak lagi berjualan daging anjing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah pembinaan baru bagaimana kalau tidak usah jualan daging anjing tapi yang lain. Kita coba usahakan modal dan lain sebagainya itu solusi. Tetapi kalau langsung tutup hari ini tidak bisa," ujarnya.

Rudy tak ingin membuat masyarakat di Solo resah dengan adanya penutupan warung daging anjing secara dadakan. Sebab, dampaknya sangat luar biasa bagi mereka jika penutupan tersebut dilakukan tanpa ada solusi yang matang.

"Begitu ditutup tidak bisa menghidupi keluarganya kan kasihan. Janganlah. Carikan solusi yang lebih baik supaya masyarakat tahu bahwa anjing itu bukan hewan yang dikonsumsi kan di UU itu. Tetapi di UU itu tidak ada tulisan larangan anjing itu dikonsumsi. UU ini belum tegas, makanya akan kita buatkan Perwali," kata dia.

Baca juga: 4 Fakta Penutupan Warung Daging Anjing, Penjual Disuruh Ganti Profesi hingga Diberi Modal Rp 5 Juta

Selama ini, Pemkot Surakarta selalu menyarankan kepada pedagang daging anjing untuk melakukan pemeriksaan ke Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta. Dalam pemeriksaan ini juga dituliskan berita acara bahwa anjing itu tidak boleh disembelih dengan berbagai alasan.

"Yang utama kalau memang itu sebagai larangan tidak dalam kategori hewan yang dikonsumsi ya itu nanti akan kita alihkan profesi mereka. Paling tidak seperti itu. Masyarakat Solo tak perlu resah seperti itu. Yuk kita duduk bersama cari solusi. Pokoknya jangan dikait-kaitkan dengan agama," pesan Rudy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.