Guru Les Privat yang Cabuli 34 Anak di Bandung Divonis 9 Tahun Penjara

Kompas.com - 28/06/2019, 06:55 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menyatakan guru les berinisial DRP (48), bersalah melakukan tindak pidana pencabulan sebagaimana diatur di Pasal 82 ayat 1 juncto Pasal 76 e Undang-undang Perlindungan anak.

DRP divonis sembilan tahun penjara karena terbukti mencabuli 34 anak di Bandung, Jawa Barat.

"Menjatuhkan pidana penjara ‎selama sembilan tahun hukuman penjara dikurangi masa tahanan plus denda Rp 1 miliar subsider kurungan tiga bulan," ujar Ketua Majelis Hakim I Dewa Gede di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Guru Les Privat di Bandung Cabuli 34 Muridnya

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Kota Bandung yang menuntut Dodi dengan pidana penjara 12 tahun, denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan yang meringankan.

"Hal yang memberatkan akibat perbuatan terdakwa telah membuat korban anak menjadi trauma. Yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, mengaku bersalah, menyesali perbuatan, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Hakim.

Terdakwa dan penasihat hukum menerima putusan tersebut dan tidak akan mengajukan banding. Namun, keduanya diberi waktu sepekan ke depan untuk memutuskan upaya hukum.

Penasihat hukum terdakwa sempat menyatakan bahwa perbuatan cabul yang dilakukan seharusnya tidak terbukti. Persidangan digelar selama lebih dari dua bulan dan digelar tertutup karena melibatkan korban anak di bawah umur.

"Tadi terdakwa sempat mengatakan mengapa dia harus dihukum sembilan tahun padahal hanya melakukan onani tidak melakukan sodomi. Namun, fakta di persidangan ada bukti video," ujar dia.

Baca juga: Cabuli 34 Siswa SD, Guru Les Privat Gagal Nikahi Gadis Pujaannya

Sebelumnya, kasus tersebut diungkap Satreskrim Polrestabes Bandung. Peristiwa pencabulan dengan korban 34 anak di bawah umur ini terjadi pada November 2018.

Orangtua korban membuka memori kartu ponsel milik anaknya yang jadi korban. SD card itu kemudian dipasang di ponsel orangtua korban. Setelah dibuka, orangtua kaget karena terdapat sejumlah video‎ porno menampilkan anak-anak bersama terdakwa.

Dalam video itu, terdakwa memutar video porno kemudian mencabuli sejumlah anak didiknya dengan direkam oleh terdakwa.

Selama ini, Dodi dikenal sebagai guru les matematika dan belum menikah. Mayoritas korban anak di bawah umur dan berjenis kelamin laki-laki.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul: Guru Les yang Cabuli 34 Anak di Bandung Divonis 9 Tahun Penjara Plus Denda Rp 1 Miliar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Regional
Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Regional
Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Regional
Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Regional
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Regional
Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Regional
Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Regional
Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Regional
Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Regional
Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Regional
Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Regional
Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Regional
Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Regional
Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X