Antisipasi Antraks, Ribuan Ternak di Gunungkidul Mendapat Vaksin

Kompas.com - 26/06/2019, 15:43 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto di Kantonya Senin (10/6/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto di Kantonya Senin (10/6/2019)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mulai memberikan vaksin pada binatang ternak untuk untuk mencegah penyebaran antraks.

Binatang ternak yang sudah divaksin sebanyak 839 ekor sapi, 1.582 ekor kambing, dan 30 ekor domba.

"Kemarin (Selasa 25/6/2019) mulai dilaksanakan. Ada 5000 dosis, untuk satu dosis vaksin bisa untuk dua ekor ternak. Jadi dengan persediaan yang ada bisa memberikan vaksin untuk 10.000 ekor ternak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/6/2019).

Baca juga: Cegah Penyebaran Antraks, Ribuan Ternak Disuntik

"Sebanyak 91 petugas kami terjun ke masyarakat untuk melakukan penyuntikan vaksin terhadap ternak," ucapnya.

Ia menjelaskan, vaksin yang diberikan terbagi dalam zona merah dan kuning.

Untuk zona merah ada di Dusun Grogol 1,II,III,IV,V di Desa Bejiharjo, Karangmojo, hingga wilayah Wonosari yang berbatasan Grogol IV, yakni Dusun Tawarsari di Desa Wonosari dan Dusun Kajar 3 di Desa Karangtengah.

"Di zona merah ada 389 ekor sapi, 928 kambing, dan 10 domba," katanya

Untuk zona kuning, yakni di Padukuhan Grogol II, Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II, Kulwo Desa Bejiharjo. Kedung I, Kedung II, Desa Karang Tengah, Budegan I, Budegan II, Desa Piyamam dan Selang II, Desa Selang.

Baca juga: Cegah Antraks Meluas, Ratusan Hewan Ternak Disuntik Antibiotik

Total ternak sapi yang ada di zona kuning sebanyak 839 ekor, ternak kambing sebanyak 1.852, dan 30 ekor domba.

Vaksin untuk pencegahan antraks akan diberikan secara berkala selama sepuluh tahun. Setiap tahunnya, hewan ternak ini akan diberikan vaksin sebanyak dua kali.

Kasi Kesehatan Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, penyuntikan vaksin sebagai upaya pencegahan penyakit antrak. Namun, dia mengakui jika vaksin bisa memberikan efek samping terhadap ternak.

Baca juga: Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

 

"Vaksin antraks dapat memberikan efek samping terhadap kesehatan hewan ternak. Apabila hewan yang divaksin dalam kondisi tidak sehat bisa sakit hingga mati. Jadi, sebelum vaksin dilakukan kami memberikan sosialisasi terkait dengan pemberian antibodi," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Regional
Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Regional
Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Regional
Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Regional
Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Regional
Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Regional
Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X