Kejati Jatim Tahan Pencairan Deposito Rp 30 Miliar Oknum Pengurus YKP

Kompas.com - 25/06/2019, 20:03 WIB
Sejumlah wartawan menunggu pemeriksaan Bambang DH di kantor Kejati Jatim di Surabaya, Selasa (25/6/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Sejumlah wartawan menunggu pemeriksaan Bambang DH di kantor Kejati Jatim di Surabaya, Selasa (25/6/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Saat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) melakukan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan aset Yayasan Kas Pembangunan ( YKP) Surabaya, seorang oknum pengurus diduga mencoba mencairkan kas deposito YKP dari sebuah bank sebesar Rp 30 miliar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyhadi membenarkan kabar tersebut.

"PPATK memberikan informasi kepada kami jika ada penarikan deposito 30 miliar. Langsung kami tahan transaksinya," kata Didik, kepada Selasa (25/6/2019).

Menurut Didik, pihak bank merasa curiga dengan penarikan dana tersebut karena mendengar kabar YKP bermasalah.


"Pihak bank lalu menghubungi PPATK, dan PPATK menghubungi Kejati Jatim," jelasnya.

Baca juga: Bambang DH Senang Ada Penegak Hukum yang Semangat Ungkap Kasus YKP

Pihaknya juga baru mengetahui jika YKP juga memiliki dana di bank tersebut.

"Tapi langsung kami blokir rekeningnya. Sebelumnya kami juga sudah memblokir belasan rekening di 7 bank negara dan swasta atas nama YKP dan PT Yekape," ujarnya.

Kejati Jatim mencium aroma penyalahgunaan aset negara di yayasan yang dibentuk oleh Pemkot Surabaya sejak 1951 itu.

Seluruh modal dan aset awal berupa tanah sebanyak 3.048 persil tanah berasal dari Pemkot, yaitu tanah negara bekas Eigendom verponding.

Baca juga: Setelah Risma, Kejati Jatim Periksa Bambang DH dalam Kasus YKP

Sejak pendirian, YKP selalu diketuai oleh Wali Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya terakhir yang menjabat yakni Sunarto pada 1999.

Karena ada ketentuan UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah Kepala Daerah tidak boleh rangkap jabatan, akhirnya tahun 2000 Wali Kota Sunarto mengundurkan diri dan menunjuk Sekda Yasin saat itu sebagai ketua.

Pada 2002, Wali Kota Sunarto menunjuk dirinya lagi dan 9 pengurus baru memimpin YKP. Sejak saat itu pengurus baru itu mengubah AD/ART dan ada dugaan melawan hukum dengan memisahkan diri dari Pemkot Surabaya.

Hingga 2007, YKP masih setor ke Kas daerah Pemkot Surabaya. Namun setelah itu YKP dan PT YEKAPE yang dibentuk YKP berjalan seolah diprivatisasi oleh pengurus hingga asetnya saat ini berkembang mencapai triliunan rupiah. 

Baca juga: Berusia lanjut, Saksi Penyalahgunaan Aset YKP Surabaya Hampir Pingsan Saat Diperiksa Penyidik

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ini Awal Mula Penyebab Kerusuhan di Manokwari

Ini Awal Mula Penyebab Kerusuhan di Manokwari

Regional
Polda Jabar Apresiasi Pemuda yang Bantu Polisi Terbakar di Cianjur

Polda Jabar Apresiasi Pemuda yang Bantu Polisi Terbakar di Cianjur

Regional
Bekasi Ingin Masuk DKI, Begini Respons Ridwan Kamil

Bekasi Ingin Masuk DKI, Begini Respons Ridwan Kamil

Regional
Pernyataan Wali Kota Malang Terkait Isu Pemulangan Mahasiswa Papua

Pernyataan Wali Kota Malang Terkait Isu Pemulangan Mahasiswa Papua

Regional
Oknum Guru yang Cabuli Siswinya di Kelas, Pernah Kepergok Mesum di Kos

Oknum Guru yang Cabuli Siswinya di Kelas, Pernah Kepergok Mesum di Kos

Regional
5 Fakta KM Izhar Terbakar, Diduga Kelebihan Penumpang hingga 4 ABK dan 1 Kapten Diperiksa

5 Fakta KM Izhar Terbakar, Diduga Kelebihan Penumpang hingga 4 ABK dan 1 Kapten Diperiksa

Regional
Puluhan Anggota Brimob Diduga Aniaya Warga Bogor, Ini Penjelasannya

Puluhan Anggota Brimob Diduga Aniaya Warga Bogor, Ini Penjelasannya

Regional
Manokwari Kota Injil, Kapolri Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Cinta Kasih

Manokwari Kota Injil, Kapolri Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Cinta Kasih

Regional
Mabes TNI AL: Posisi KM Mina Sejati Mulai Miring karena Kebocoran

Mabes TNI AL: Posisi KM Mina Sejati Mulai Miring karena Kebocoran

Regional
Pemadaman Karhutla di Ketapang Terkendala Tanah Gambut dan Sumber Air

Pemadaman Karhutla di Ketapang Terkendala Tanah Gambut dan Sumber Air

Regional
Aksi Protes Warga Jayapura Papua Terkonsentrasi di 2 Titik

Aksi Protes Warga Jayapura Papua Terkonsentrasi di 2 Titik

Regional
Reaktivasi Jalur KA Bandung-Cirebon, Pemkab Sumedang Siap Kolaborasi dengan Pemprov Jabar

Reaktivasi Jalur KA Bandung-Cirebon, Pemkab Sumedang Siap Kolaborasi dengan Pemprov Jabar

Regional
Kapolri Minta Tak Ada Pengerahan Kekuatan Berlebihan di Papua Barat

Kapolri Minta Tak Ada Pengerahan Kekuatan Berlebihan di Papua Barat

Regional
Setelah Lebih dari Sehari Lakukan Pendekatan, TNI AL Berhasil Kuasai KM Mina Sejati

Setelah Lebih dari Sehari Lakukan Pendekatan, TNI AL Berhasil Kuasai KM Mina Sejati

Regional
Remaja di Riau Bunuh Pacar Gunakan Cangkul karena Menolak Berhubungan Badan

Remaja di Riau Bunuh Pacar Gunakan Cangkul karena Menolak Berhubungan Badan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X