11 Pelaku Curas Minimarket di 17 TKP Dibekuk, 1 Terpaksa Ditembak

Kompas.com - 24/06/2019, 15:36 WIB
Polres Bogor memperlihatkan 1 dari 11 tersangka yang dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (24/6/2019)Dokumentasi Polres Bogor Polres Bogor memperlihatkan 1 dari 11 tersangka yang dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (24/6/2019)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Resort Bogor (Polres Bogor) menangkap 11 tersangka pencurian dengan kekerasan ( curasminimarket yang kerap beraksi di wilayah Bogor, Jakarta, Bekasi dan Banten.

Di antara tersangka, ada kecanduan narkoba hingga seorang residivis.

Kasat Reskrim Polres Bogor berhasil menangkap 11 pelaku curas tersebut di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Selasa (18/6/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Adapun inisial pelaku yakni, P, HV, AR, AD, IP, JA, JIR, MYA, I, RM dan PRW. Salah satunya AR yang dilumpuhkan dengan timah panas karena sempat melakukan perlawanan di Jalan Raya Bogor.


Baca juga: Buron Setahun, 2 Pelaku Curas di Bawah Umur Diamankan Polisi

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, para pelaku telah melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Bogor tidak kurang dari 17 TKP sehingga aksi yang dilakukan sangat meresahkan masyarakat dan termasuk mengancam jiwa, raga dan harta benda.

"Di Bekasi (beraksi) empat kali, Banten lima kali. Selain itu pelaku juga melakukan aksi ganjal mesin ATM dan bahkan sebelum melaksanakan aksinya mereka menggunakan narkoba. Mereka kecanduan terhadap narkoba sehingga mereka melakukan kejahatan ini," katanya di Cibinong, Senin (24/6/2019).

Dari para tersangka, polisi berhasil menyita dua senjata api berisi tiga butir peluru, tiga unit smartphone dan tujuh unit sepeda motor dengan total kerugian pencurian sebesar Rp 287 juta.Baca juga: Dua Pelaku Curas di Lampung Tewas saat Baku Tembak dengan Polisi

Pelaku lintas provinsi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi menyebut, para pelaku membentuk tim dan masing-masing memiliki tugas seperti melakukan pengecekan situasi yang ada di TKP dan kemudian masuk ke minimarket yang akan tutup.

"Ada tim untuk memonitor lokasi dan ada tim yang langsung masuk ke minimarket hingga menodongkan kasir dengan senjata api. Mereka mobile dan tidak ada nama kelompok geng, mereka pelaku lintas provinsi asli wilayah Sumatera," tuturnya.

Atas perbuatannya, 11 pelaku saat ini mendekam di Polres Bogor dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan 365 KUHP atau ancaman hukuman diatas 7 tahun hingga 9 tahun.

"Pasal 365, 363 termasuk UU darurat no 1 tahun 46 terkait dengan senjata api ancamannya 20 tahun dan bisa seumur hidup, kepemilikan senjata tanpa izin," katanya.

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Kronologi Curas di Majalengka yang Sempat Jadi Hoaks

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

Regional
Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Regional
Sirkulasi 'Eddy' Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Sirkulasi "Eddy" Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Regional
50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X