Dikira Boneka, Warga Dikejutkan dengan Penemuan Bayi yang Tak Bernyawa

Kompas.com - 23/06/2019, 15:05 WIB
ilustrasi bayi. (Getty Images via BBC) ilustrasi bayi. (Getty Images via BBC)


MAKASSAR, KOMPAS.com - Bayi laki-laki yang sudah tak bernyawa ditemukan di semak-semak di sekitar Jalan Kesatuan Raya, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu (22/6/2019) pukul 06.00 Wita.

Bayi itu ditemukan dalam keadaan terbalut sarung berwarna cokelat.

Kapolsek Biringkanaya Kompol Ashari mengatakan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Basri.

Baca juga: Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Bantaran Sungai Deli Gegerkan Warga

 

Basri yang kala itu menuju semak belukar karena kebelet, tiba-tiba dikejutkan dengan sosok yang awalnya seperti boneka.

Namun, ketika mendekat, ia terkejut sosok yang terbungkus sarung itu adalah bayi.

"Awalnya hanya dikira boneka. Namun, karena penasaran, saksi ini memberanikan diri mendekat dan langsung melihat itu adalah bayi," kata Ashari, Minggu (23/6/2019).

Basri yang histeris melihat bayi itu seketika memberitahu warga sekitar.

Tim Biddokkes Polda Sulsel dan Tim Inafis Polrestabes Makassar, serta anggota Polsek Biringkanaya tekah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Baca juga: Jasad Bayi Korban Banjir Bengkulu Ditemukan Puluhan Kilometer dari Rumahnya

 

Dari hasil pemeriksaan forensik Biddokkes Polda Sulsel, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh bayi tersebut.

Polisi menduga, bayi ini langsung dibuang ketika baru dilahirkan. Masih diselidiki siapa pelaku yang tega membuang bayi tersebut.

"Kuat dugaan orok bayi tersebut dibuang oleh orangtuanya. Namun, belum diketahui pelakunya dan saat ini sementara dalam penyelidikan," kata Ashari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

Regional
Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Regional
Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Regional
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X