Jasad Bayi Korban Banjir Bengkulu Ditemukan Puluhan Kilometer dari Rumahnya

Kompas.com - 15/05/2019, 14:29 WIB
Rumah warga Desa Uli Nasal, Kabupaten Kair, Bengkulu rata dengan tanah diterjang banjir, Sabtu (27/4/2019) KOMPAS.com/FIRMANSYAHRumah warga Desa Uli Nasal, Kabupaten Kair, Bengkulu rata dengan tanah diterjang banjir, Sabtu (27/4/2019)

BENGKULU, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Provinsi Bengkulu mengumumkan korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir menerjang Bengkulu bertambah menjadi 25 orang.

Penambahan jumlah korban akibat ditemukannya jasad seorang bayi bernama Kanelo Alfreza (1,5 bulan), warga Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah.

"Jumlah korban bertambah setelah ditemukan jasad bayi. Sebelumnya bayi ini masuk dalam daftar korban hilang," kata Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bengkulu, Indi Sastrawijaya, Selasa (14/5/2019).

Korban merupakan anak dari Aidil Aksa (34) dan Mira Samita (20). Kedua orang tuanya sebelumnya ditemukan juga telah meninggal dunia karena tertimbun longsor dan banjir.

Baca juga: Gelembungkan Suara Caleg Gerindra di Bengkulu, 3 Anggota PPK Ditangkap Polisi

 

Jenazah bayi laki-laki korban bencana alam itu ditemukan tidak bernyawa di Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah berjarak puluhan kilometer dari lokasi kejadian atau rumah korban.

Indi mengatakan, penemuan jenazah bayi korban banjir bandang dan tanah longsor di Bengkulu Tengah tersebut sudah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian, Basarnas, dan BPBD Bengkulu Tengah.

Dengan adanya penemuan satu jenazah tersebut, sampai Indi, korban meninggal dunia bertambah menjadi 25 orang meninggal dunia. Sementara korban hilang dari empat menjadi tiga orang.

Korban yang masih dinyatakan hilang itu, satu orang dari Kabupaten Kaur, satu orang dari Kabupaten Kepahiang, dan satu orang warga Desa Rajak Besi, Bengkulu Tengah.

Baca juga: Jokowi-Maruf Kalah di Bengkulu, PDI-P Justru Raih Suara Terbanyak

Jenazah Kanelo, ditemukan penduduk setempat saat hendak mengecek kebun miliknya di dekat hulu jembatan Desa Talang Boseng, Pondok Kelapa.

Ketika memeriksa kebun, warga tersebut mencium bau tidak sedap. Saat dicek, warga menemukan jasad bayi. Penemuan itu langsung dilaporkan ke kepala Desa Talang Boseng dan ke Polsek Pondok Kelapa.

Bencana banjir dan longsor menerjang Bengkulu pada 27 April 2019. Sebanyak 25 orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga orang dinayatakan hilang.

Akibat bencana ini 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu mengalami rusak berat pada sejumlah fasilitas publik. Hingga saat ini masih terdapat ratusan warga masih berada di lokasi pengungsian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X