Waspadai Angin Kencang Saat Memasuki Musim Kemarau di Manado

Kompas.com - 23/06/2019, 14:03 WIB
ILUSTRASI KEMARAU  
KOMPAS/RINI KUSTIASIHILUSTRASI KEMARAU

MANADO, KOMPAS.com - Awal bulan Juli 2019, wilayah Manado memasuki musim kemarau dan angin kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, musim kemarau yang terjadi karena pengaruh daerah tekanan rendah di timur Filipina yang menyebabkan massa udara bergerak ke arah tekanan rendah tersebut sehingga terjadi cuaca panas di wilayah Manado.

Baca juga: Musim Kemarau Lebih Cepat, 400 Hektar Sawah di Gunungkidul Kekeringan

Sementara itu, angin kencang yang terjadi merupakan pola musiman dari musim kemarau, yakni angin bertiup dari arah selatan.

"Perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara wilayah di belahan bumi selatan (Australia) dengan wilayah kita yang menyebabkan angin selatan yang bertiup terjadi cukup kencang," ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II Sam Ratulangi Manado, Cariz Kainama melalui pesan singkat saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/6/2019) siang.

Oleh karena itu, ia mengimbau warga untuk berhati-hati karena angin yang terjadi selama musim kemarau bisa kencang walaupun hanya sesaat.

Selain itu, selama musim kemarau, warga diimbau untuk minum yang cukup agar tidak kekurangan cairan.

Baca juga: Tidak Biasanya, Kasus DBD Kini Meningkat di Musim Kemarau

Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

Menurut Cariz, dimulainya musim kemarau di Sulawesi Utara berbeda di beberapa daerah.

"Ada yang sudah dari bulan Mei, ada yang bulan Juni, dan ada yang bulan Juli khususnya wilayah Manado," kata dia.

Sementara itu, cuaca panas akan terjadi hingga September.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Regional
Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Regional
Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupi Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupi Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Regional
Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Regional
43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

Regional
Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Regional
Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

Regional
Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Regional
Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Regional
Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Regional
Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Regional
Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X