Musim Kemarau Lebih Cepat, 400 Hektar Sawah di Gunungkidul Kekeringan

Kompas.com - 21/06/2019, 10:27 WIB
Kepala Dinas pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnubrotoditemui di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Kamis (20/6/2019). KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kepala Dinas pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnubrotoditemui di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Kamis (20/6/2019).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Musim kemarau yang datang lebih cepat mengakibatkan 400 hektar sawah di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnubroto. Menurutnya, 400 hektar sawah tersebut tersebar di Kecamatan Semin, Karangmojo, Ngawen, Girisubo, Patuk, Wonosari, Playen, Gedangsari, Ponjong, dan Nglipar

Namun, meski luasannya cukup besar, jika dibandingkan luasan lahan kering di Kabupaten Gunungkidul yang mencapai 58 ribu hektar, luasan 400 hektar yang mengalami kekeringan tidak sampai 1 persen dari luasan lahan kering.

Baca juga: Surat Pernyataan Siap Dikutuk dalam Pengajuan SKTM di Gunungkidul Direvisi


Bambang mengatakan sudah melakukan sosialiasi tentang musim kemarau yang datang lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sosialisasi tersebut berisi himbauan kepada kelompok tani, agar menanam tanaman yang berumur pendek.

"Faktor alam. Jadi perkiraan sebelumnya April masih ada hujan, tapi pertengahan April sampai sekarang tidak ada hujan," katanya saat ditemui Kompas.com di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Kamis (20/6/2019).

Untuk mengantisipasi kejadian berulang, sebanyak 20 petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, diikutsertakan sekolah iklim yang diadakan oleh BMKG Yogyakarta pada Juni ini.

Setelah memahami ilmu mengenai anomali cuaca, 20 petugas akan mendampingi para petani untuk memperkirakan waktu masa tanam tahun depan.

Baca juga: Kekeringan, Masyarakat Gunungkidul Tampung Air PDAM yang Bocor

Dia menyebut kerugian yang diderita oleh petani padi belum dihitung. Namun ia mengatakan rata-rata per hektar padi mampu menghasilkan 5 ton gabah.

Untuk meringankan beban petani, pihaknya sedang mengusulkan bantuan bibit padi ke pemerintah pusat untuk musim tanam selanjutnya.

"Belum (ada bantuan), tetapi kami sudah mengusulkan. Mungkin ada cadangan bibit bantuan," ucapnya.

Salah seorang petani Desa Rejosari, Semin, Lardiyanto (63) mengatakan dari beberapa petak lahan garapannya, hanya sekitar 25 persen padi yang bisa diselamatkan.

Untuk mengantisipasi kekeringan ada beberapa petani yang melakukan penyedotan air dari sungai untuk menyiram. Namun upaya ini membutuhkan anggaran yang cukup besar.

"Ya pasrah saja mas, mau bagaimana lagi. Gak bisa panen tahun ini semoga tahun depan bisa baik," ucapnya beberapa waktu lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

Regional
Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Regional
Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Regional
KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

Regional
Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X