2 PNS Jadi Tersangka Proyek Fiktif Pilkada Kota Bogor 2018

Kompas.com - 21/06/2019, 22:26 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi

BOGOR, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menyelidiki kasus dugaan proyek fiktif pada Pilkada Kota Bogor tahun 2018.

Selama rangkaian penyelidikan tersebut, pihak kejaksaan menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni HA dan MH.

HA merupakan mantan bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor. HA juga berstatus sebagai staf pegawai negeri sipil (PNS) di Sekretariat KPU Kota Bogor.

Sementara, MH merupakan ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan di Sekretariat KPU Kota Bogor.

Selain itu, MH juga tercatat seorang pegawai negeri sipil (PNS) aktif di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor.

Baca juga: Bima Arya Usulkan Pemindahan Pusat Ekonomi Kota Bogor

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Bogor Rade Satya Nainggolan mengatakan, kedua tersangka diduga terlibat dalam pencairan dana dua proyek fiktif berupa pembuatan buletin dan event orgenizer (EO) debat publik.

"Total nilai proyek fiktif tersebut mencapai Rp 470 juta," kata Rade, Jumat (21/6/2019) malam.

Rade menjelaskan, penetapan tersangka merupakan hasil dari rangkaian kegiatan penyidikan yang dilakukan tim penyidik Kejari Bogor berdasarkan surat perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor nomor print 2536/O.2.12/F.1/12/2018 tertanggal 10 Desember 2018.

Ia menambahkan, untuk jadwal proses pemeriksaan terhadap tersangka MH akan dilakukan pada Senin (24/6/2019).

Sementara, tersangka HA sudah ditahan dan dititipkan di Lapas Paledang, Kota Bogor.

Baca juga: KPU Kota Bogor Kirim 21 Alat Bukti Jelang Sidang Gugatan Pilpres di MK

Sambung dia, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru setelah pihaknya mendalami kedua tersangka itu.

"Kami masih terus mendalami kasus ini. Biasanya kalau orang sudah ditangkap kan pada nyanyi (bicara, red) tuh," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Regional
Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Regional
Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Regional
Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Regional
Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Regional
Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Regional
Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Regional
Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Regional
Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Regional
Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Regional
Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Regional
Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Regional
Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Regional
4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

Regional
Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X