Ayah Ferry Anto Ungkap Firasat Sebelum Anak dan Cucunya Hilang Terseret Ombak

Kompas.com - 21/06/2019, 19:24 WIB
Foto Ferry Anto, mantan pemain Persis Solo, bersama seluruh keluarga besarnya foto bersama di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 10 Juni 2019. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIFoto Ferry Anto, mantan pemain Persis Solo, bersama seluruh keluarga besarnya foto bersama di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 10 Juni 2019.

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Keluarga mantan pemain sepak bola Persis Solo Ferry Anto Eko Saputro (34) seakan telah mendapat firasat sebelum Ferry dan anaknya, Freya Fajrina Dwi Saputri (Freya) hilang terseret ombak di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/6/2019).

Ayah Ferry Anto, Bambang Supriyatna mengatakan, sikap Ferry yang tak biasanya mengajak seluruh keluarga besarnya foto bersama. Biasanya Ferry mengajak foto bersama, tetapi tidak bersama seluruh keluarga besar.

"Biasanya hanya foto bersama tapi tidak sama keluarga besar. Tapi kemarin (Lebaran) mengajak seluruh keluarga besarnya di Bandung untuk foto bersama," kata Bambang saat ditemui di rumahnya di Desa Ngebuk RT 003, RW 007, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa tengah, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Kronologi Hilangnya Legenda Persis Solo, Ferry Anto, di Pantai Bantul

Foto Ferry Anto bersama keluarga besarnya itu diabadikan saat berwisata di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 10 Juni 2019.

Berlebaran di Bandung

Bambang mengatakan, pada Lebaran 2019 Ferry Anto bersama istri dan anaknya berlebaran ke Bandung. Ferry di Bandung selama 10 hari. Kemudian, Ferry kembali ke Sukoharjo, Jawa Tengah.

Lantaran masih suasana libur Lebaran, kata Bambang, Ferry bersama keluarga dari Bandung mengajak berwisata ke Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/6/2019).

"Kemarin (Ferry) mengajak keluarga dari Bandung berwisata ke Yogyakarta (Pantai Baru)," kata dia.

Baca juga: Mantan Pemain Persis Solo Terseret Ombak Saat Menggendong Putrinya

Nahas, Ferry dan putrinya yang masih berusia tujuh tahun terseret ombat saat sedang berjalan-jalan di tepi pantai.

"Begitu mendengar informasi itu, saya perwakilan keluarga langsung berangkat ke sana (Yogyakarta)," ungkapnya.

Bambang mengatakan terus mengikuti perkembangan pencarian Ferry. Informasi terbaru yang dia terima dari tim, Jumat (21/6/2019) sekitar pukul 10.00 WIB Ferry terlihat mengambang di pantai. Akan tetapi, derasnya gelombang ombak membuat tim kesulitan mengevakuasi Ferry.

"Kami (keluarga) sudah pasrah. Yang penting anak saya ditemukan," tutur Bambang dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga: Pencarian Mantan Pemain Persis Solo yang Hilang di Pantai Bantul Dilakukan Selama 3 Hari



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Regional
Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Regional
Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Regional
Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Regional
Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Regional
8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X