Kisah Kakek Arsyad, Uang Tabungan Umrahnya Terbakar hingga Bisa Berangkat Haji

Kompas.com - 21/06/2019, 11:09 WIB
Kakek Arsyad sementara waktu tinggal di rumah tetangga Yayasan Kurir Langit/ Syahid Fi SabilillahKakek Arsyad sementara waktu tinggal di rumah tetangga


BARRU, KOMPAS.Com – Arsyad, seorang pemulung berusia 70 tahun, pekan lalu kehilangan rumah beserta uang tabungan untuk umrah setelah kediamannya di Bottoe, kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selata, terbakar pada Sabtu (15/6/2019) sore.

“Kejadian kemungkinan karena sisa kayu bakar yang masih menyala. Saat itu saya memasak nasi dan lauk, kemudian saya berangkat memulung di Pasar Tanete," cerita Arsyad kepada Kompas.com di lokasi rumahnya yang sudah terbakar, Jumat (21/06/2019).

Baca juga: Rumah dan Tabungan untuk Umrah Terbakar Habis, Kakek Ini Dapat Bantuan

Kesedihan luar biasa dirasakan Arsyad saat pulang dengan membawa botol bekas hasilnya memulung dan melihat rumahnya terbakar. Ia kemudian mengaku mencari uang Rp 2 juta yang ia simpan di dalam lemari pakaian di antara puing rumahnya. Tapi ternyata uang yang rencananya untuk umrah ikut terbakar.


"Rumah itu itu saya bangun dari hasil bekerja di Malaysia selama puluhan tahun. Bekerja di perkebunan coklat di Malaysia," kata Arsyad lirih sambil mengenang masa saat dia masih bekerja di Malaysia.

Selain memulung plastik bekas, Arsyad bekerja sebagai petugas kebersihan di SMP Padaelo, Kelurahan Tanete dengan upah Rp 40.000 per hari. Setelah membersihkan sekolah, ia mencari plastik bekas yang dijual setiap 30 karung dengan harga Rp 150.000.

“Setiap hari sebelum memulung saya membersihkan sekolah. Awalnya saya digaji Rp 35.000 per hari. Namun karena dianggap rajin dan bersih, pihak sekolah menaikkan gaji saya Rp 40.000 yang diterima per sepuluh hari. Uang dari hasil memulung dan membersihkan sekolah saya sisihkan sedikit untuk tabungan umrah. Namun ludes terbakar api berserta rumah saya," tuturnya.

Baca juga: Menderita Hernia, Kakek Ini Tinggal Seorang Diri di Gubuk Pinggir Sungai

Arsyad termasuk salah satu dari penerima manfaat beras sejahtera. Kepala Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Akmaluddin mengatakan jika selama ini rumah Arsyad tidak menggunakan listrik PLN dan untuk penerangan rumah dia mengandalkan pelita.

Namun Asryad mengaku dibalik semua peristiwa ada hikmahnya. Setelah rumah dan harta bendanya dilalap api, bantuan untuknya banyak berdatangan. Bahkan, Yayasan Kurir Langing membantu membangun rumah Arsyad dan Yayasan Manusia Indonesia mengumpulkan dana sekitar Rp 187 juta untuk memberangkatkan Arsyad ke umrah dan berangkat ke Tanah Suci dengan fasilitas haji plus.

“Kami sudah mengumpulkan dana dari hasil dompet peduli sekitar Rp 187 juta lebih. Kemarin kami sudah berkunjung dan memaparkan hasil donasi yang terkumpul. Rencannaya akan didaftarkan haji plus tahun 2020 setelah ia menjalankan umrah bulan depan. Ini sumbangan dari salah seorang dermawan, jelas Sekretraris Yayasan Manusia Indonesia (YMI) Kota Parepare, Abdillah MS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X