Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kompas.com - 20/06/2019, 23:29 WIB
Faizal Karaeng Lomba (baju tahanan oranye) saat diamankan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel karena ujaran kebencian mengenai kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta yang ditulisnya di akun Facebook pribadinya, Kamis (20/6/2019). KOMPAS.com/HIMAWAN Faizal Karaeng Lomba (baju tahanan oranye) saat diamankan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel karena ujaran kebencian mengenai kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta yang ditulisnya di akun Facebook pribadinya, Kamis (20/6/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Faizal Karaeng Lomba (32), pelaku ujaran kebencian yang diamankan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel terancam dipenjara selama enam tahun akibat postingan di akun Facebooknya menjelek-jelekkan aparat kepolisian yang bertugas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan, Faizal disangkakan Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Itu ancaman hukumannya paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," kata Dicky, Kamis (20/6/2019).


Baca juga: Lewat Facebook, Kurir Komputer Jelekkan Anggota Polisi yang Amankan Kerusuhan 21-22 Mei

Dicky mengatakan, Faizal hanya dikenakan pasal UU ITE karena melakukan provokasi di media sosial Facebooknya.

Dicky menambahkan, dengan penangkapan Faizal, sudah ada empat orang pelaku ujaran kebencian yang diamanakan tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel selama tahun 2019.

Situasi ini disebut sangat berbahaya mengingat tahun 2019 merupakan tahun politik di Indonesia.

"Jadi jangan sampai terjadi lagi ini sangat bahaya sekali karena bisa membenturkan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Ada Motif Asmara di Balik Viral Postingan Facebook dari Dalam Lapas Malang

Sebelumnya diberitakan, Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel mengamankan Faizal Karaeng Lomba (32) terkait kasus dugaan ujaran kebencian atau penyebaran isu sara di media sosial Facebook pada hari Selasa 18 Juni 2019 di Jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan, ujaran kebencian ditulis Faizal di akun pribadi Facebooknya yakni menjelek-jelekkan aparat kepolisian yang bertugas saat kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X