Cerita Petani Madiun, Sukses Bangun Wisata Watu Rumpuk Setelah Cengkeh Musnah Diserang Virus

Kompas.com - 20/06/2019, 08:31 WIB
Kepala Desa Mendak, Nur Cholifah menunjukkan lokasi pembangunan sarana yang dilakukan Bakrie Grup untuk mengeksplorasi panas bumi di wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo , Jawa Timur, Jumat ( 22/9/2017). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiKepala Desa Mendak, Nur Cholifah menunjukkan lokasi pembangunan sarana yang dilakukan Bakrie Grup untuk mengeksplorasi panas bumi di wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo , Jawa Timur, Jumat ( 22/9/2017).

Setidaknya ada tiga tempat wisata yang dikembangkan yakni Air Terjun Janggu, Bukit Gelar dan Watu Rumpuk.

Lantaran anggaran terbatas, warga bersepakat mengembangkan parawisata alam di Watu Rumpuk dengan modal awal hanya Rp 45 juta pada 2017.

Uang senilai Rp 45 juta itu digunakan untuk membuka lahan dengan gotong royong. Selang setahun kemudian, Pemerintah Desa Mendak menganggarkan dana sebesar Rp 250 juta.

Total anggaran yang sudah dikeluarkan untuk membangun pariwisata di Mendak mencapai Rp 350 juta.

Tak hanya menawarkan wisata pemandangan alam, kata Purwadi, pemerintah desa bersama masyarakat akan mengembangkan wisata water boom yang dibangun mulai tahun ini.

Selain itu, dikembangkan wisata edukasi yang isinya mengenalkan aneka tanaman dan tumbuhan. Sebab, saat ini banyak anak-anak yang dinilai tidak mengenal aneka tanaman dan tumbuhan di sekitarnya.

Baca juga: Cerita Paidi, Mantan Pemulung Beromzet Miliaran Setelah Sukses Tanam Porang

Selain itu, di sisi timur Watur Rumpuk akan dibangun Kampung Tempo Doloe. Kampung itu dibangun untuk mengenang sejarah Desa Mendak yang kala itu rumahnya atapnya dari ilalang, dindingnya dari anyaman bambu dan lantainya dari papan.

“Kami juga akan mengembangkan wisata pendakian ke Gunung Tapak Bimo. Di situ ada situs yang diyakini sebagai telapak kakinya Bimo karena persis telapak kaki manusia dengan panjang 16 meter dan lebar 8 meter," ujar dia.

"Terakhir, kami juga membuat wisata sejarah berupa pendakian ke gua Jepang. Di puncak Gunung Tapak Bimo itu ada gua yang tembus gunung dari arah barat sampai ke arah timur. Di dalamnya ada bungker yang digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang kala itu. Jadi, komplit berupa wisata alam murni, wisata edukasi, wisata air, bumi perkemahan dan wisata sejarah dengan luas area mencapai 12,8 hektare,” tambah Purwadi.

Total warga yang terlibat dalam pengelolaan wisata Watu Rumpuk sebanyak 50 orang dan pengelola UMKM mencapai 42 orang.

Sementara, tenaga yang terlibat aktif di wisata ini sebanyak 160 orang yang semuanya berasal dari Desa Mendak.

Menyumbang pendapatan desa

Setelah satu tahun beroperasi, wisata Watu Rumpuk bisa memberikan pendapatan kas pemerintah desa sebulannya Rp 8 juta.

Pendapatan itu didapatkan dari biaya tiket masuk yang jumlah pengunjungnya mencapai seribuan orang setiap harinya.

Pendapatan yang masuk ke desa kemudian modalnya diputar untuk pengembangan lagi sehingga pembangunan wisatanya terus berjalan.

Selain memberdayakan warga bekerja di obyek wisata Watu Rumpuk, pemerintah desa juga menyedikan tempat berjualan aneka makanan dan jajan seperti cokelat, aneka keripik dan aneka dodol yang dikelola mayoritas warga asli Desa Mendak.

Tujuannya, agar hadirnya wisata Watu Rumpuk tak hanya sekadar menyerap pengangguran, tetapi juga memberdayakan pedagang kaki lima.

Dengan demikian, produk buah dan tanaman tidak perlu lagi dipasarkan di kota lantaran di Watu Rumpuk sudah bisa dijual.

Untuk mengenalkan Watu Rumpuk, selain promosi dengan berbagai sarana, pemerintah desa setempat juga menggelar event tahunan dengan mapala, dengan pendakian yang digelar bulan Juni. Selain itu, ada camp accoustik April dan taman coklat.

Terkait akses ke Watu Rumpuk, Purwadi mengakui pihaknya memiliki keterbatasan dalam pembangunan infrastruktur jalan ke lokasi wisata unggulan Kabupaten Madiun tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X