Pengakuan PSK Hamil 7 Bulan Usai Terjaring Razia di Mojokerto

Kompas.com - 19/06/2019, 23:10 WIB
IK (32), salah satu PSK di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, dimintai keterangan oleh petugas, setelah terjaring razia yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Rabu (19/6/2019) petang. Saat dimintai keterangan, diketahui jika perempuan itu sedang hamil 7 bulan. KOMPAS.com/HANDOUTIK (32), salah satu PSK di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, dimintai keterangan oleh petugas, setelah terjaring razia yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Rabu (19/6/2019) petang. Saat dimintai keterangan, diketahui jika perempuan itu sedang hamil 7 bulan.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - IK (32), salah satu dari 9 pekerja seks komersial ( PSK) yang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (19/6/2019) petang, diketahui sedang hamil 7 bulan.

Perempuan asal Mojoagung Kabupaten Jombang itu hanya bisa tertunduk saat petugas menjaringnya dari sebuah warung remang-remang, lalu membawanya ke kantor Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto.

Kepada petugas yang memintai keterangan, IK merengek agar tidak dibawa ke panti rehabilitasi. Alasannya, dua anaknya yang sedang berada di rumah tidak ada yang merawat.

"Saya minta keringanan, jangan dibawa ke panti rehabilitasi. Kasihan nanti dua anak saya, tidak ada yang memberi uang untuk makan," ujar IK saat dimintai keterangan petugas.

Baca juga: 9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

Pengakuan lain juga disampaikan IK. Dia mengaku terpaksa bekerja sebagai PSK untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya pasca bercerai dengan suaminya.

Setelah bercerai dengan suaminya, selama 2 tahun ini IK harus menghidupi dua anaknya. Sang mantan suami, disebut olehnya kini tinggal di Kabupaten Nganjuk.

"Saya sudah pisah dengan suami. Karena selama menikah tidak pernah diberi nafkah. Anak saya dua orang, sama yang dikandungan ini tiga," ungkap IK.

Baca juga: 8 PSK Terjaring Razia di Surabaya Terindikasi Positif Mengidap HIV

Hidup dengan 2 anak, ditambah 1 bayi yang masih dalam kandungan, membuat kehidupan IK menjadi berat. IK mengaku sudah dua tahun menjadi PSK dan hanya dengan cara itu, ia bisa mendapatkan uang.

Bahkan, ia pun tak segan mengakui jika bayi yang dikandungnya merupakan buah dari pekerjaannya menjadi PSK.

"Saya tidak tahu siapa bapaknya. Sudah dua tahun saya pisah," tutur Ik.

Sebagaimana diberitakan, 9 pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia saat mangkal di sejumlah warung remang-remang, di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (19/6/2019) petang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Regional
Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Regional
Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X