Pembunuhan di Kebun Teh, Para Pelaku Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 19/06/2019, 21:55 WIB
Tiga orang tersangka kasus pembunuhan sadis di Cianjur, Jawa Barat tengah memeragakan reka ulang aksi  keji mereka terhadap korban di areal perkebunan teh Tegallega, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019)KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Tiga orang tersangka kasus pembunuhan sadis di Cianjur, Jawa Barat tengah memeragakan reka ulang aksi keji mereka terhadap korban di areal perkebunan teh Tegallega, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019)

CIANJUR, KOMPAS.com – Dua tersangka kasus pembunuhan di kebun teh Tegalega, Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yakni SA (20) dan F (20), terancam hukuman mati.

Bersama seorang rekannya, A (17), mereka membunuh korban atas nama Abdullah Sobarudin alias Duduy (17), warga Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah menyebutkan, ketiga tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 340, 339, 338, dan 365 dengan ancaman pidana seumur hidup, hukuman mati atau maksimal 20 tahun.


“Namun khusus untuk tersangka A kita juga kenakan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak karena yang bersangkutan masih di bawah umur. Ancaman hukumannya dikurangi sepertiganya,“ kata Soliyah kepada wartawan saat menggelar rekonstruksi kasus tersebut di lokasi kejadian, Rabu (19/06/2019).

Baca juga: Rekontruksi Pembunuhan di Kebun Teh, Pelaku Sakit Hati karena Motor Korban Bising

Dijelaskannya, pembunuhan di kebun teh dilakukan secara terencana karena para tersangka telah membekali diri terlebih dahulu dengan sejumlah senjata tajam sebelum datang ke lokasi untuk mengeksekusi korban.

"Antara korban dengan tersangka sendiri saling kenal dan di satu lingkungan. Sehingga saat korban dibawa oleh para pelaku ke sini (TKP) tidak menaruh curiga sama sekali,” ujarnya.

Adapun motif pembunuhan di kebun teh didasari rasa sakit hati atau dendam para tersangka terhadap korban.

“Mereka kesal karena setiap kali korban lewat bunyi motornya bising,” ucapnya.

Sementara dalam rekonstruksi yang dijaga ketat polisi bersenjata lengkap dan ditonton ratusan warga itu, sebanyak 30 adegan diperagakan para tersangka.

Dengan menggunakan pisau, golok, keling dan batu, mereka menganiaya korban hingga tewas mengenaskan.

Tubuh korban ditemukan seorang pencari kayu bakar, Minggu (26/05/2019) pagi atau sehari setelah korban dihabisi para tersangka.

Baca juga: Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Cianjur, Korban Sempat Kebal Dibacok

Selain terdapat sejumlah luka dibagian tangan, pelipis, hidung, dan kepala, juga terdapat luka menganga di leher akibat sayatan benda tajam.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Regional
Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Regional
Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Regional
Kasus 'Bupati Biadab', Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Kasus "Bupati Biadab", Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Regional
Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Regional
Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Regional
Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Regional
Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Regional
Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Regional
Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Regional
BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Regional
Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Regional
Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Regional
Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Pilihan Unik

Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Pilihan Unik

Regional
Close Ads X