Rekontruksi Pembunuhan di Kebun Teh, Pelaku Sakit Hati karena Motor Korban Bising

Kompas.com - 19/06/2019, 16:16 WIB
Tiga orang tersangka kasus pembunuhan sadis di Cianjur, Jawa Barat tengah memeragakan reka ulang aksi  keji mereka terhadap korban di areal perkebunan teh Tegallega, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019) KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANTiga orang tersangka kasus pembunuhan sadis di Cianjur, Jawa Barat tengah memeragakan reka ulang aksi keji mereka terhadap korban di areal perkebunan teh Tegallega, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019)

CIANJUR, KOMPAS.com – Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pria tanpa identitas yang belakang diketahui bernama Abdullah Sobarudin alias Duduy (17) di areal perkebunan teh Tegalega, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/6/2019).

Dalam rekonstruksi tersebut, polisi menghadirkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial A (17), SA (20), dan F (20).

Baca juga: Dinkes Cianjur Pastikan Wabah di Cidaun bukan Cacar Monyet

Para pelaku memeragakan sejumlah adegan berdasarkan perannya masing-masing, mulai dari menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban hingga cara mengeksekusinya.

“Ada 30 adegan dalam rekonstruksi kasus ini. Diawali dengan mereka merencanakan (aksi pembunuhan) sampai eksekusi terhadap korban,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah kepada wartawan di lokasi, Rabu (19/6/22019).

Soliyah menyebutkan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan termasuk untuk melihat bagaimana para pelaku menghabisi nyawa korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kita lihat tadi di rekonstruksi, jelas bahwa para pelaku telah merencanakan untuk membunuh korban,” katanya.

Baca juga: Polisi: Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur Rekayasa

Soliyah menyebutkan, antara korban dengan ketiga pelaku saling kenal dan tinggal di satu lingkungan.

“Sehingga saat korban dibawa ke sini (TKP) oleh para pelaku tidak menaruh curiga sama sekali,” ujarnya.

Adapun motif para pelaku menghabisi nyawa korban, disebutkan Soliyah, karena sakit hati atau dendam.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku ini kesal karena setiap kali korban lewat bunyi motornya bising,” ucapnya.

Untuk ancaman pidananya, disebutkan Soliyah, karena korban masih di bawah umur, untuk dua tersangka dewasa, SA (20) dan F (20) dijerat dengan empat pasal yakni Pasal 340, 339 338, dan 365 dengan ancaman pidana seumur hidup, hukuman mati atau maksimal 20 tahun.

Baca juga: 5 Fakta Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur, Sempat Diseret dan Diikat di Tiang

"Sedangkan untuk tersangka A yang masih di bawah umur kita kenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman dikurangi sepertiganya,“ tandasnya.

Sementara dalam reka ulang yang diperagakan ketiga pelaku, mereka menganiaya korban secara sadis menggunakan pisau, golok, keling dan batu.

Saat ditemukan seorang warga, Minggu (26/05/2019) pagi, tubuh korban dalam kondisi mengenaskan dengan luka di leher, pelipis, dan luka menganga di leher.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebuah Buku Catatan dan Bayi Perempuan di Depan Panti Asuhan

Sebuah Buku Catatan dan Bayi Perempuan di Depan Panti Asuhan

Regional
Menyoal Penetapan Tersangka Bahar bin Smith, Korban Sudah Mencabut Laporan, Polda Membantah

Menyoal Penetapan Tersangka Bahar bin Smith, Korban Sudah Mencabut Laporan, Polda Membantah

Regional
Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X