Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Cianjur, Korban Sempat Kebal Dibacok

Kompas.com - 19/06/2019, 18:11 WIB
Korban, yang diperagakan seorang anggota polisi memeragakan sedang menaiki sepeda motor saat tiba di lokasi kejadian sebelum tewas dibunuhKOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Korban, yang diperagakan seorang anggota polisi memeragakan sedang menaiki sepeda motor saat tiba di lokasi kejadian sebelum tewas dibunuh

CIANJUR, KOMPAS.com – Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar rekontruksi kasus pembunuhan di areal perkebunan teh Tegallega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/06/2019).

Polisi menghadirkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial A (17), SA (20), F (20), sedangkan korban diperagakan oleh seorang anggota polisi.

Para tersangka memeragakan cara mereka membunuh korban, Abdullah Sobarudin alias Duduy (17) di lokasi kejadian pada akhir Mei lalu itu.


Baca juga: Rekontruksi Pembunuhan di Kebun Teh, Pelaku Sakit Hati karena Motor Korban Bising

Dalam reka ulang tersebut, tergambar jika A, SA dan F melakukan penganiayaan berat terhadap korban dengan menggunakan pisau, golok, keling dan batu.

Namun, mereka sempat kesulitan untuk melukai tubuh korban yang diduga punya ilmu kebal. Dibacok  berkali-kali, seperti dalam salah satu adegan reka ulang, korban, menurut pengakuan tersangka, seperti tidak merasakan sakit.

Salah seorang tersangka pun lantas mencari-cari benda yang dianggap azimat atau isi dari tubuh korban. Ia lantas menemukan sesuatu yang diduga azimat dari dalam dompet korban untuk kemudian membuangnya.

Baca juga: Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Purbalingga, Tersangka Perkosa Korban yang Pingsan

Meski telah dibuang, tubuh korban masih mempan dari bacokan golok maupun tusukan pisau. Salah seorang tersangka pun lantas mengambil batu dan menghantamkannya ke arah kepala korban.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah menduga jika korban punya ilmu kebal. Pasalnya, dari beberapa adegan rekontruksi, para tersangka terlihat sempat mengalami kesulitan saat melukai tubuh korban.

“Sepertinya begitu (punya ilmu kebal). Karena saat dibacok di leher, tangan dan perut tidak terjadi pendarahan, hanya luka-luka lecet, baru kemudian dipukul dengan batu sehingga mengakibatkan korban tidak berdaya,” tuturnya.

Baca juga: Sudah Terjual, Rumah Lokasi Pembunuhan di Pulomas Belum Ditempati

Sebelum aksi pembunuhan terjadi, terang Soliyah, korban dan para tersangka mendatangi lokasi tersebut dengan mengendarai dua sepeda motor secara berboncengan.

“Antara korban dan para tersangka ini saling kenal karena satu lingkungan. Motifnya sakit hati atau dendam karena setiap kali korban lewat bunyi (knalpot) motornya bising,” imbuhnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X