5 Fakta Relokasi Warga Ahmadiyah di Lombok Timur, Dianggap Tak Mau Berbaur hingga Rindu Kampung Halaman

Kompas.com - 18/06/2019, 17:18 WIB
Lombok Timur, Kompas.Com inilah suasana di pengungsian jemaat ahmadiyah di Selong Lombok Timur kompas.com/fitri.rLombok Timur, Kompas.Com inilah suasana di pengungsian jemaat ahmadiyah di Selong Lombok Timur

4. Rindu kampung halaman, warga Ahmadiyah Lebaran di pengungsian

Seperti diketahui, pada tanggal 19 Mei 2018 lalu, jemaah Ahmadiyah mendapatkan serangan dan pengusiran oleh warga desa setempat.

Akibatnya, rumah mereka rusak dan terpaksa tinggal di Lokal Latihan kerja (LLK).

Jemaah Ahmadiyah yang tinggal di LLK sebanyak delapan kepala keluarga dengan total 24 orang yang terdiri dari 10 anak-anak, tiga lansia, dan 11 orang dewasa.

Edi Sucipto (37), salah satu jemaah Ahmadiah menceritakan bahwa dirinya sangat merindukan lebaran di kampung halamanya dan kumpul bersama keluarga dekatnya.

“Coba bayangkan perasan mas jika dipisahkan secara dipaksa. Tidak bisa berkumpul sama orang tua saat lebaran, pasti sedih. Begitupun kami. Kami udah dua kali tidak bisa berkumpul sama orang tua dan orang terdekat kami, kata Edi sambil berlinangan air mata saat bercerita kepada Kompas.com, Jumat (7/6/2019).

Baca juga: YLBHI Menduga Ada Oknum Aparat Terlibat dalam Penyerangan Ahmadiyah Lombok Timur

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Bantuan pemerintah hanya selama tiga bulan

Para anak-anak Jamaah Ahmadiyah saat diminta berfoto bersama oleh kompas.com Jumat (7/6/201)KOMPAS.com/IDHAM KHALID Para anak-anak Jamaah Ahmadiyah saat diminta berfoto bersama oleh kompas.com Jumat (7/6/201)

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama di pengungsian, para jemaah Ahmadiyah harus mencari pekerjaan baru seperti berdagang dan menjadi tukang.

“Kalau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya sendiri bekerja sebahai tukang bangunan rumah. Ada juga yang berjualan di pasar," jelas Edi.

Ia mengakui pernah mendapat bantuan oleh pemerintah, namun hanya sementara.

"Memang pernah diberikan bantuan sama pemerintah namun itu hanya tiga bulan. Selepas itu tidak ada lagi," ungkapnya.

Sementara itu Marini, salah seorang warga Ahmadiyah menuturkan merasakan suasana puasa dan lebaran di tempat pengungsian yang berbeda.

Saat di kampungnya, ia masih sering membuat kolak dari hasil pertaniannya. Namun sekarang untuk menikmati kolak, dia harus membelinya.

Baca juga: Lebaran di Pengungsian, Jemaah Ahmadiyah Rindu Kampung Halaman

Sumber: KOMPAS.com (Idham Khalid)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X