Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Kompas.com - 18/06/2019, 06:48 WIB
Aktivitas jemaah Ahmadiyah di lokasi penitipan di Lokal Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Selong, Lombok Timur. Jumat (7/6/2019)KOMPAS.com/IDHAM KHALID Aktivitas jemaah Ahmadiyah di lokasi penitipan di Lokal Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Selong, Lombok Timur. Jumat (7/6/2019)


LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Warga Ahmadiyah asal Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, yang saaat ini masih di lokasi penitipan Loka Latihan Kerja (LLK) Selong, sudah tidak bisa balik ke kampung halamannya.

Hal itu dikarenakan warga setempat sudah tidak bisa menerima keberadaan jemaah Ahmadiyah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Nusa Tenggara Barat Lalu Syafii menyebutkan, jemaah Ahmadiyah yang tinggal di Desa Greneng, Lombok Timur, tidak bisa diterima kembali oleh warga setempat dikarenakan masih dianggap melakukan peribadatan secara eksklusif.

“Sudah final keputusan dari warga, mereka sudah tidak bisa menerima keberadaan jemaah Ahmadiyah di kampungnya, karena tata cara peribadatan yang dianggap masih eksklusif,” kata Syafii, saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019) malam.


Baca juga: Jemaah Ahmadiyah Lombok Timur Akan Direlokasi ke Tempat Aman

Jemaah Ahmadiyah itu melakukan peribadatan dengan eksklusif, mereka tidak mau berjemaah bersama warga lainnya, kalau bukan sesama anggota Ahmadiyah sendiri,” sebut Syafii.

Ia menyebutkan, semula warga Desa Greneng masih bisa menerima keberadaan jemaah Ahmadiyah asalkan tidak melakukan peribadatan dengan tertutup lagi. Namun, hal tersebut tidak bisa dipenuhi oleh jemaah Ahmadiyah.

“Sebenarnya kami pernah melakukan usaha mediasi bersama warga agar bisa menerima keberadaan jemaah Ahmadiyah, warga di Desa Greneng setuju menerima kembali jemaah Ahmadiyah asalkan jangan melakukan peribadatan dengan tertutup lagi, tapi jemaah Ahmadiyah sendiri yang belum bisa memenuhi keinginan warga,” sebut dia.

Dia mengungkapkan, jemaah Ahmadiyah tidak bisa menerima keinginan warga setempat lantaran tidak adanya persetujuan dari pihak Dewan Pimpinan Pusat Ahamdiyah.

Baca juga: Lebaran di Pengungsian, Jemaah Ahmadiyah Rindu Kampung Halaman

“Alasan jemaah Ahmadiyah masih belum memenuhi keinginan masyarakat, karena mereka tidak mendapatkan izin dari DPP Ahmadiyah, mereka ini organisasi besar, jadi mereka harus menuruti atau mematuhi apa yang dikatakan DPP,” terang dia.

Sebelumnya, pihak Pemerintah Provinsi NTB telah memberikan bantuan Rp 40 juta per kepala keluarga kepada jemaah Ahmadiyah untuk merehab rumahnya yang rusak.

Namun, karena jemaah Ahmadiyah tetap tidak bisa memenuhi keinginan warga setempat, akhirnya uang tersebut digunakan untuk hal yang lain untuk kebutuhan hidup jemaah Ahmadiyah.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X