Pasca-kebakaran Rutan Pidie di Aceh, Narapidana Minta Pegawai Lapas Dipindahkan

Kompas.com - 03/06/2019, 18:46 WIB
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh diduga dibakar napi yang mengamuk setelah petugas mengambil dispenser dalam kamar para napi, Seni (3/6/2019). KOMPAS.COM/ RAJA UMARRumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh diduga dibakar napi yang mengamuk setelah petugas mengambil dispenser dalam kamar para napi, Seni (3/6/2019).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kondisi kebakaran yang terjadi di Rumah Tahanan ( Rutan) Kelas II-B Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh telah berhasil dipadamkan setelah 4 unit armada pemadam dari BPBD Pidie dan satu unit damkar dari Polres Pidei dikerahkan ke lokasi.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun. Satu unit ruang kerja Kepala pengamanan rutan ludes terbakar.

“Api berhasil dipadamkan sekitar Pukul 15.16 WIB, tidak ada korban jiwa, hanya saja bangunan ruang kerja kepala pengamanan habis terbakar,” kata Kepala BPBA, Teuku Ahmad Dadek,  kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Baca juga: Kebakaran Rutan Pidie Aceh, Dipicu Napi yang Emosi karena Dispenser Disita Petugas

Sementara itu, Kadiv Pas Kemenkumham Meurah Budiman menyebutkan, pasca terjadinya pembakaran rutan yang dilakukan narapidana akibat dipicu emosi oleh seorang petugas yang mengambil dispenser di dalam kamar napi, kini kondisi rutan sudah kembali normal seperti biasa.

“Tadi sudah dilakukan negosiasi, napi sudah tertib kembali, tidak ada yang kabur dan korban dalam insiden rusuh pembakaran di rutan,” katanya.

Menurut Meurah Budiman, negosiasi narapidana dan pihak rutan saat terjadi kerusuhan dan kebakaran berhasil dilakukan setelah pihak lapas menerima sejumlah tuntutan narapidana.

Di antaranya beberapa pegawai lapas yang selama ini bertugas di Rutan Pidie untuk segera dipindahkan, narapidana segera dapat menerima kunjungan tamu, menerima makanan dari keluarga serta dapat bertemu dengan keluarga pada hari lebaran.

“Permintaan mereka sudah kita terima, ada pegawai yang diminta untuk dipindahkan dari rutan, kemudian kunjungan tamu, tapi karena kondisi sudah terbakar kita bersihakn dulu, makanan yang diantar keluarga dapat diterima, kemudian saat hari lebaran mereka pasti dapat bertemu dengan keluarga,” katanya.

Baca juga: Kebakaran Rutan di Pidie Aceh, Napi Larang Polisi Masuk

466 orang penghuni rutan Kabupaten Pidie kepada pihak rutan mengaku, tidak ada niat untuk melarikan diri. Hanya saja mereka emosi terhadap pegawai koperasi lapas yang mengambil dispenser dalam kamar mereka yang sebelumnya dibagikan oleh kepala rutan untuk mempermudah para napi pada saat bulan puasa.

“Mereka tidak ada yang lari, hanya saja emosi terhadap pegawai koperasi yang mengambil dispenser mereka, padahal dispenser itu diberikan oleh kepala rutan,” ujarnnya.

Untuk mengantisipasi kembali terjadinya kericuhan, pengamanan di rutan akan ditingkatkan dengan meminta bantuan pengamanan di bagian luar dari pihak Polres dan Kodim setempat.

“Pengaman di luar nanti kita minta bantuan dari Polres dan Kodim, sementara di dalam hanya diamankan oleh petugas rutan saja,” ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Regional
3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

Regional
Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Regional
Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Regional
Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Regional
Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Regional
Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Regional
19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

Regional
Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Regional
Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Regional
21 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

21 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

Regional
Para Guru Belum Tes Swab, 2 Sekolah di Sawahlunto Belum Boleh Dibuka

Para Guru Belum Tes Swab, 2 Sekolah di Sawahlunto Belum Boleh Dibuka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X