Kronologi Kecelakan di Pantura Subang yang Tewaskan 4 Orang

Kompas.com - 31/05/2019, 20:48 WIB
Empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan pantura Jakarta-Cirebon, Kampung Cibanggala, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang pada Jumat (31/5/2019).

HANDOUTEmpat orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan pantura Jakarta-Cirebon, Kampung Cibanggala, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang pada Jumat (31/5/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan pantura Jakarta-Cirebon, Kampung Cibanggala, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang pada Jumat (31/5/2019). Dua diantaranya merupakan pemudik asal Banyumas.

Kasat Lantas Polres Subang AKP Rendy Setia Permana mengatakan, kecelakaan tersebut berawal dari minibus yang dikendarai Abdul Latif, warga Kampung Cikelenting, RT 003 RW 008, Desa Watu Belah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. 

Minibus itu mengalami pecah ban belakang sebelah kanan, saat melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta, sekitar pukul 15.20 WIB.

Minibus Toyota Avanza dengan nopol B 111 SZA tersebut, kemudian oleng ke kanan dan melewati median jalan, dan masuk ke arah berlawanan. Bagian depan minibus memutar ke arah Cirebon.

Baca juga: Malam ini Jalur Arteri Pantura Ramai Lancar

 

Bagian belakang minibus tertabrak oleh sepeda motor dengan nopol B4061 FYJ yang dikendarai Ari Sudarsono.

Kemudian pintu samping kiri minibus tertabrak oleh sepeda motor dengan nopol B-6162-WOQ yang dikendarai Eko Pranajaya.

"Kedua pengendara motor merupakan pemudik asal Banyumas dan Cirebon," kata Rendy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (31/5/2019).

Para korban kemudian dibawa ke RS Central Medika, Cikalong, Karawang untuk mendapatkan pertolongan. Polisi kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Akibat kecelakaan tersebut, kata dia, empat orang meninggal dunia, yakni dua sopir dan satu penumpang minibus serta dua pengendara sepeda motor. Sementara dua penumpang minibus yang masih di bawah umur selamat.

Baca juga: Unik, Ada Pos Pelayanan Rumah Adat untuk Pemudik di Jalur Pantura

Selain itu, mobil minibus dan motor para korban hangus terbakar dan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 100.000.000.

Berikut identitas para korban:

Korban meninggal

1. Abdul Latif (40), pengemudi minibus Toyota Avanza, warga Kampung Cikelenting, RT 003 RW 008 Desa Watu Belah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

2. Rustin (42), penumpang minibus, warga Kampung Cikelenting, RT 003 RW 008 Desa Watu Belah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

3. Ari Sudarsono (36), pengemudi motor Verza, warga Pegalongan, RT 004 RW 002, Desa Pegalongan, Kecamatan Patikjraja, Kabupaten Banyumas

4. Eko Pranajaya (34), pengendara motor NMax, warga Jalan Kapten Samadikun, Gang Melati V Nomor 1, RT 001 009, Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kabupaten Cirebon.

Luka ringan

1 Gibran (10), penumpang minibus, warga Kampung Cikelenting, RT 003 RW 008 Desa Watu Belah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

2. Zahra (8), penumpang minibus, warga Kampung Cikelenting, RT 003 RW 008 Desa Watu Belah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Regional
LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

Regional
Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Regional
PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

Regional
16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani 'Rapid Test'

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa 'Nyambi' Kerja

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja

Regional
Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X