Fakta Ratusan Warga Kapuas Keracunan Makanan Usai Buka Puasa, RS Kewalahan hingga Biaya Ditanggung Pemkab

Kompas.com - 27/05/2019, 11:00 WIB
Suasana saat korban keracunan harus dirawat di dalam tenda yang telah disiapkan karena kapasitas ruangan di rumah sakit terbatas Dok. Warga KapuasSuasana saat korban keracunan harus dirawat di dalam tenda yang telah disiapkan karena kapasitas ruangan di rumah sakit terbatas

KOMPAS.com - Ratusan warga keracunan makanan usai mengikuti acara buka bersama di Masjid Nurul Istiqamah Handel Simpang Ayai, Pulau Petak, Kapuas, Kalimantan Tengah, pada hari Kamis (23/5/2019).

Untuk sementara, jumlah korban keracunan makanan mencapai 230 orang. Mereka dirawat di Rumah Sakit dr Soemarno, Kuala Kapuas, Sabtu (25/5/2019).

Sementara itu, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengatakan, perawatan pasien Kejadian Luar Biasa (KLB) ini akan ditanggung oleh pemerintah daerah setempat.


Baca fakta selengkapnya berikut ini:

1. Ratusan warga keracunan usai berbuka puasa bersama

Ilustrasi keracunan.Shutterstock Ilustrasi keracunan.

Sejak Sabtu dini hari, satu per satu korban yang diduga keracunan makanan saat acara Safari Ramadhan berbuka puasa bersama Jumat (24/4/2019).

Direktur RSUD dr Soemarno, dr Agus Waluyo, mengatakan, hingga saat ini 230 warga Kecamatan Pulau Petak sudah ditangani oleh tim medis di rumah sakit.

“Bahkan, sempat ada korban yang harus mendapatkan pertolongan serius, yang dimasukkan ke ruangan intensive care unit, untuk mendapatkan pertolongan serius dari tim medis,” kata Agus saat diwawancarai di rumah sakit, Sabtu.

Baca Juga: Korban Dugaan Keracunan Makanan Saat Buka Puasa Bersama Capai 230 Orang

2. Pihak rumah sakit sempat kewalahan

Kapolres Kapuas saat mengunjungi anggota Polri yang menjadi korban keracunanKOMPAS.com/Dok. Warga Kapuas Kapolres Kapuas saat mengunjungi anggota Polri yang menjadi korban keracunan

Pihak RSUD dr Sumarno sempat kewalahan saat menerima korban yang jumlahnya cukup banyak. Beberapa korban dugaan keracunan ini bahkan terpaksa dirawat di tenda dan di lorong rumah sakit.

Tim medis masih terus melakukan upaya untuk menyelematkan ratusan korban dugaan keracunan makanan tersebut, walau dengan kondisi pendukung ruang perawatan medis seadanya.

“Saat ini pihak rumah sakit masih menjemput sedikitnya 25 korban lagi, yang akan dibawa ke rumah sakit, agar mendapatkan pertolongan secepatnya," kata Agus

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X