12 ASN Kabupaten Sangihe Dipecat karena Korupsi

Kompas.com - 24/05/2019, 12:42 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

KOMPAS.com - Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Kepulauan Sangihe Steven Lawendatu menyebut, pihaknya memberhentikan 12 aparatur sipil negara ( ASN) karena tersangkut kasus korupsi.

Steven mengatakana, aparatur sipil negara yang diberhentikan dengan tidak hormat itu setelah menjalani hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan.

Baca juga: Ada Petugas yang Awasi ASN Mudik Lebaran Gunakan Mobil Dinas


"Berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap, 12 ASN dinyatakan terbukti melakukan korupsi dan menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan," kata Steven, di Tahuna, seperti dilansir dari Antara, Jumat (24/5/2019).

Pemberhentian dengan tidak hormat terhadap para pejabat dan ASN koruptor itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional.

“Putusan dua lembaga kementerian serta BKN itu sangat tegas dan ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten," ujar dia.

Ia meminta semua aparatur sipil negara agar menghindari tindakan pelanggaran hukum, seperti korupsi.

Baca juga: Kemenpan RB Belum Kantongi Data ASN yang Terlibat Demo di Jakarta

Terkait dengan proses hukum terhadap ASN yang terlibat politik praktis pada Pemilu 2019, Steven mengatakan, sampai saat ini baru satu kasus yang dilimpahkan Bawaslu ke pihak BKDD.

“Kami sudah menerima pelimpahan satu kasus dari Bawaslu, dan segera ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X