Masalah Pemilu DPRD Belum Selesai, KPU Papua Sahkan Hasil Rekapitulasi Kota Jayapura

Kompas.com - 19/05/2019, 07:37 WIB
Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Provinsi Papua pada Pemilu 2019, di Kota Jayapura (16/05/2019) KOMPAS.com/Dhias SuwandiPelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Provinsi Papua pada Pemilu 2019, di Kota Jayapura (16/05/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - KPU Provinsi Papua mengesahkan hasil rekapitulasi suara Pemilu dari Kota Jayapura meski pleno kursi DPRD belum tuntas, pada Sabtu (18/5/2019) malam.

"Kami minta waktu lagi untuk pengesahan DPRD. Jadi berdasarkan masukan-masukan dari semua partai, akhirnya ditunda penetapan DPRD Kota, kalau yang lain diterima," ujar Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, di Kota Jayapura, Minggu (19/05/2019).

Pleno rekapitulasi suara pemilu tingkat Kota Jayapura, khusus untuk kursi DPRD Kota Jayapura, hingga kini belum dapat disahkan karena sebagian besar partai politik menolak hasil rekap tingkat distrik.

Baca juga: Bawaslu Papua Terima 100 Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu, KPU Akui Oknum PPD Terlibat

Penolakan tersebut dikarenakan dugaan perubahan hasil rekap dari TPS ke tingkat distrik.

"Khusus untuk Kota Jayapura kita akan menyurati KPU RI," ucap Theodorus.

Sementara itu, anggota Komisioner Bawaslu Papua Ronald Michael Manoach menjelaskan, permasalahan hasil pemilu di Kota Jayapura sangat rumit, khususnya untuk kursi DPRD.

Karena kewenangan pengesahan rekapitulasi suara DPRD ada di KPU Kota Jayapura, maka KPU Papua diperkenankan untuk mengesahkan hasil rekap kursi DPRP, DPD, DPR RI dan Pemilu Presiden.

"Jadi memang Kota Jayapura ini kasus khusus, dia sangat kompleks sehingga memang situasionalnya seperti itu dan KPU Papua mengejar tahapan agar tidak menganggu tahapan nasional," tuturnya.

Baca juga: Rekapitulasi KPU di Kepulauan Yapen Papua Akhirnya Disahkan Setelah Berbagai Drama

Menurut dia, masih belum terselesaikannya masalah untuk Pemilu DPRD, akan dikembalikan kepada KPU dan Bawaslu Kota Jayapura.

Sedangkan Bawaslu Papua masih tetap pada rekomendasi awal.

"Kalau kita menunggu pengesahaan DPRD, malam ini kita tidak akan selesai. Bawaslu tetap pada rekomendasi awal, yaitu menolak hasil rekapitulasi dari Distrik Heram," kata Ronald.

Hingga Minggu dini hari, pleno tingkat Provinsi Papua sudah menyelesaikan seluruh 29 kabupaten/kota.

Untuk penetapannya, KPU Papua menjadwalkan pada Minggu siang, setelah Bawaslu Papua selesai meneliti dokumen yang akan disahkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X