Menkumham Minta Napi Rutan Siak yang Kedapatan Miliki Narkoba Dikirim ke Nusakambangan

Kompas.com - 13/05/2019, 22:04 WIB
Menkumham Yasonna Laoly (baju putih) saat berkunjung ke Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura, pasca-kerusuhan dan pembakaran yang berujung kaburnya narapidana dari Rutan Siak, Senin (13/5/2019).  KOMPAS.com/IDON TANJUNGMenkumham Yasonna Laoly (baju putih) saat berkunjung ke Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura, pasca-kerusuhan dan pembakaran yang berujung kaburnya narapidana dari Rutan Siak, Senin (13/5/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Menkumham) Yasonna Laoly mengunjungi Rutan Kelas II B Siak di Kabupaten Siak, Riau, pasca-kerusuhan dan pembakaran oleh narapidana, Senin (13/5/2019).

Yasonna menanggapi terkait kerusuhan yang berawal dari temuan narkotika milik narapidana wanita berinisial Y.

"Tidak ada toleransi bagi penyebaran narkoba. Yang potensial bandar narkoba, nanti akan kita kirim ke Nusakambangan. Itu wanita (Y) yang (kedapatan memiliki narkoba) kemarin dikirim saja ke Nusakambangan," ujar Yasonna saat ditemui wartawan di VIP Lancang Kuning Bandar Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru usai kunjungi Rutan Siak, Senin.

Baca juga: 5 Fakta Kericuhan Rutan Siak, Temuan Sabu hingga Rutan Dibakar dan Napi Kabur

 

Saat ditanya mengenai masuknya narkoba ke dalam rutan maupun lapas, Yasonna mengatakan bahwa Inspektorat Jenderal Kemenkumham akan meneliti penyebab kelalaian petugas jaga. 

Menurutnya, sangat banyak cara yang dilakukan oleh pelaku untuk menyelundupkan narkoba ke dalam rutan dan lapas.

"Bermacam cara mereka lakukan, baik itu melalui bahan makanan dan masih banyak cara yang dilakukan oleh orang di dalam (rutan ataupun lapas). Ini yang akan diperiksa inspektorat kenapa itu bisa lolos," ujar Yasonna. 

Oleh karena itu, dia menegaskan agar tahanan pendamping harus dievaluasi.

"Tamping yang jadi masalah harus dievaluasi. Kita akan evaluasi protap siapa-siapa saja tamping-tamping ini. Sehingga tidak ada lagi masuknya narkoba di dalam (rutan maupun lapas)," ujar Yasonna.

"Karena di dalam banyak pemakai, ketergantungan, berdagang (narkoba) juga, makan dengan segala cara digunakan untuk memasukkan barang ke rutan. Apalagi dengan kondisi kami yang seperti ini, rutan dan lapas fasilitasnya sangat terbatas, kemungkinan-kemungkinan itu terjadi. Jadi siapa yang nanti bersalah, nanti inspektorat yang akan bertindak," katanya.

Baca juga: Kronologi Kerusuhan dan Pembakaran Rutan Siak versi Ditjen Pas

Kunjungan Menkumham Yasonna Laoly ke Rutan Siak didampingi Gubernur Riau Syamsuar, dan Kepala Kemenkumham Riau M Diah. 

Usia dari Rutan Siak, Yasonna meninjau kondisi lapas khusus narkoba di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Diberitakan sebelumnya, narapidana Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura mengamuk dan membakar bangunan rutan, Sabtu (11/5/2019) dini hari.

Saat kejadian itu, ratusan narapidana melarikan diri. Hingga saat ini, masih ada sembilan narapidana yang masih kabur.

Kericuhan diduga dipicu pemukulan seorang napi yang kedapatan memiliki narkoba oleh petugas rutan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potret Sekolah Reot di Ujung Negeri Disulap Permanen oleh Para Serdadu

Potret Sekolah Reot di Ujung Negeri Disulap Permanen oleh Para Serdadu

Regional
Danau Tiga Warna Kembali Dibuka, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Danau Tiga Warna Kembali Dibuka, Wisatawan Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

Regional
Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Regional
Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Regional
Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Regional
Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Regional
Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Regional
Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Regional
Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Regional
Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Regional
Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Regional
Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X