36 Rumah Rusak Berat akibat Pergerakan Tanah, BPBD Bangun Posko Darurat

Kompas.com - 12/05/2019, 17:37 WIB
Rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dipotret Minggu (12/5/2019) KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINRumah rusak akibat pergerakan tanah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dipotret Minggu (12/5/2019)


LEBAK, KOMPAS.com - Sebanyak 36 rumah dilaporkan rusak berat akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Januari 2019 di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Jumlah tersebut terus meningkat setiap turun hujan deras.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan, pergerakan tanah yang meliputi dua RT di Kampung Jampang Cikoneng, Desa Sudamanik, Cimarga, cukup mengkhawatirkan.

Hal itu lantaran jumlah yang rusak dan terdampak terus bertambah.

Baca juga: Tanah Bergerak di Sukabumi Masih Berpotensi Terjadi, Ini Imbauan PVMBG

"Total yang terdampak 115 KK, yang rusak berat 36 rumah dan 16 rumah rusak ringan," kata Kaprawi, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Minggu (12/5/2019).

Untuk keluarga yang rumahnya rusak, kata Kaprawi, sebelumnya diungsikan sementara ke rumah tetangga maupun kerabat yang aman.

Tapi, kini pihaknya membangun posko pengungsian darurat lantaran jumlah yang rusak maupun terdampak terus bertambah.

"Warga harus siaga dalam kondisi apapun, kami siapkan tenda pengungsian dan dapur umum," kata Kaprawi.

Kaprawi mengatakan, BPBD juga sudah menyalurkan bantuan bahan pokok untuk warga.

Pakar geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sudah didatangkan untuk mengkaji pergerakan tanah.

Dari hasil kajian yang dilakukan Tim Geologi, pergerakan tanah terjadi lantaran terdapat kandungan tanah lunak di bawah lapisan tanah yang dibangun rumah oleh warga.

Kejadian tersebut, kata Kaprawi, juga pernah terjadi pada 2013 lalu di Kampung Margaluyu, tidak jauh dari Jampang Cikoneng.

"Kami sebutnya lurusan, jadi pergerakan tanahnya masih satu jalur dengan retakan di Margaluyu enam tahun lalu," kata dia.

Baca juga: 233 Jiwa Mengungsi Akibat Tanah Bergerak di Nyalindung Sukabumi

Sementara, Ketua RT 001 Jampang Cikuning, Ubay mengatakan, retakan baru muncul di rumah warga setiap hujan deras turun. Warga, kata dia, khawatir rumahnya bisa ambruk setiap saat.

"Kami di sini enggak tenang, aktivitas terganggu, mau kerja takut keluarga di rumah kenapa-kenapa," kata Ubay, ditemui di rumahnya.

Ubay mengatakan, warga terdampak di Jampang Cikoneng saat ini membutuhkan kepastian dari pemerintah untuk relokasi di tempat yang aman.

"Harapan masyarakat tentu ingin segera direlokasi, ingin segera diselamatkan," kata dia.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enam Pokja Dibentuk untuk Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Enam Pokja Dibentuk untuk Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Regional
Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Regional
Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Regional
Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Regional
2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

Regional
Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Regional
Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Regional
Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Regional
Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Regional
77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Regional
30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

Regional
Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Regional
3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

Regional
Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Regional
3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

3 Pembina yang Miliki Sertifikasi MKD Pramuka Tak Ikut Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X