Tanah Bergerak di Sukabumi Masih Berpotensi Terjadi, Ini Imbauan PVMBG

Kompas.com - 10/05/2019, 14:33 WIB
Posisi rumah sudah tidak stabil dan jalan provinsi amblas terdampak tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (2/5/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOPosisi rumah sudah tidak stabil dan jalan provinsi amblas terdampak tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (2/5/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Bandung menyatakan, tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, masih berpotensi bergerak.

"Daerah ini masih berpotensi untuk bergerak, terutama longsoran tipe lambat berupa rayapan, retakan, dan amblasan terutama pada waktu terjadi hujan lebat dalam waktu lama," kata Kepala PVMBG Kasbani dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (10/5/2019).

"Permukiman yang terkena dampak gerakan tanah, terutama yang berada pada zona terdampak gerakan tanah, terancam keselamatan jiwa dan harta bendanya," sambung dia.

Sebelumnya, satu tim PVMBG sudah diterjunkan ke lokasi bencana yang mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah, 200 jalan provinsi dan hektaran sawah pada Minggu (28/4/2019) lalu. Hasil peninjauan lapangan, tim PVMBG membawa sejumlah sampel tanah dan bebatuan.


Menurut dia, rekomendasi juga telah diberikan untuk mencegah atau menghindari jatuhnya korban jiwa. Hal ini dilakukan mengingat curah hujan yang masih tinggi dan masih adanya potensi gerakan tanah di lokasi tersebut, terutama berupa retakan aktif di bagian atas jalan provinsi serta di tempat lainnya.

"Merelokasi permukiman penduduk yang berada di daerah terdampak gerakan tanah rayapan berupa retakan, amblasen dan pergeseran tanah serta batuan yang berada pada lereng berkemiringan sedang sampai terjal (kritis)," ujar dia.

Baca juga: 233 Jiwa Mengungsi Akibat Tanah Bergerak di Nyalindung Sukabumi

Rekomendasi lainnya adalah memperbaiki jalan provinsi dengan konstruksi beton dan membuat pelebaran jalan dengan pemotongan lereng yang mengikuti kaidah keteknikan agar menjauhi lereng terjal.

"Jika gerakan tanah di kawasan jalan terus menerus aktif, maka sebaiknya jalan dipindahkan ke tempat yang lebih aman," kata Kasbani.

Rekomendasi lainnya adalah membuat tembok penahan tanah dan batuan pada tebing pinggir jalan dengan mengikuti kaidah teknik yang sesuai. Pondasi tembok penahan disarankan menembus batuan dasar/keras dan dilengkapi dengan pipa pengering untuk membuang air permukaan.

"Tidak mendirikan bangunan pada lereng atau pada daerah yang dekat dengan tebing, lembah atau alur sungai yang berpotensi terlanda longsor," ujarnya.

Selain itu, PVMBG juga merekomendasikan penataan saluran drainase/selokan di pinggir badan jalan dengan saluran kedap air, langsung dialirkan ke lereng bawah/lembah/arah sungai, dan menghindari genangan air pada daerah datar

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X