Pengerjaan Proyek Kerap Molor, Sejumlah Kontraktor Trenggalek Masuk Daftar Hitam

Kompas.com - 10/05/2019, 11:19 WIB
Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin KOMPAS.com/SLAMET WIDODOPlt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur melakukan evaluasi terkait molornya pelaksanaan proyek strategis di 2018 lalu.

Hasilnya, berdasarkan evaluasi bersama Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek, didapat sejumlah pengerjaan proyek pembangunan tidak sesuai kesepakatan waktu pengerjaan, Jumat (10/5/2019).

Plt Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mengatakan, ada banyak faktor yang menjadi penyebab molornya pelaksanaan tersebut. Namun, yang mendominasi adalah praktik peminjaman nama perusahaan tertentu dalam pelaksanaan lelang.

Untuk itu, nantinya Pemkab Trenggalek akan lebih selektif lagi saat proses lelang dan memasukan nama beberapa kontraktor yang bermasalah dalam pengerjaan proyek tersebut dalam daftar hitam.

“Kalau yang menang itu satu orang terus kemudian membangun beberapa kegiatan, bagaimana tidak molor. Ditambahkan harga rendah dan rekam jejak yang tidak bagus. Makanya permainan seperti itu kami sudah mulai tahu,” ungkap Arifin beberapa waktu lalu melalui saluran telepon.

Baca juga: Ratusan Km Jalan Nasional di Trenggalek Diperbaiki untuk Arus Mudik Lebaran

Kebanyakan beberapa kontraktor yang bermasalah tersebut hanya satu entitas, tapi memiliki banyak nama badan usaha atau perusahaan untuk memenangkan proses lelang proyek.

Berdasarkan hal itu, saat ini pemkab telah memberikan catatan hitam sedikitnya tiga perusahaan atau badan usaha yang sering bermasalah, serta evaluasi kepada mitra kerja.

Apalagi berdasarkan evaluasi pengerjaan proyek di tahun lalu, mayoritas proyek yang dikerjakan tidak membutuhkan spesifikasi yang rumit.

“Ketika ada pekerjaan banyak dari mereka yang bingung mencari sub penggarap dan segala macam. Hal itu membuat alat yang digunakan dipakai disuatu tempat dahulu, kemudian di pindah lokasi lain, ini membuat pekerjaan tak terkawal dengan baik sehingga banyak yang molor,” katanya.

Sehingga diharapkan ke depan, Unit Layanan Pengadaan (ULP) lebih selektif dalam proses lelang, sehingga molornya pengerjaan proyek oleh oknum kontraktor bermasalah tersebut tidak terulang.

Hal itu bisa diartikan tidak asal memenangkan suatu badan usaha yang menang lelang karena menawarkan harga murah kelewat batas. Selain itu, juga tidak melampirkan persyaratan administrasi yang rumit sehingga banyak badan usaha yang bisa mengikuti lelang.

“Kalau banyak yang ikut lelang dan menawar berarti bagus, artinya mereka bisa bersaing dari segi kualitas jika nanti dikaji ulang dan sebagainya. Sebab kalau dilihat proyek 2018 lalu bentuk bangunannya sederhana, sehingga tidak seharusnya molor,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipin ini.

Baca juga: Minggu, Polres Trenggalek Kumpulkan Tim Pemenangan Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga

Sementara itu Kajari Trenggalek, Lulus Mustofa mengatakan, terdapat beberapa poin penting yang menjadi cacatan untuk dievaluasi. Itu meliputi ketaatan proses pengerjaan proyek sehingga tidak sampai molor.

Ini karena mayoritas proses pengerjaan proyek yang molor adalah santai di awal kemudian digenjot menjelang batas akhir kontrak.

“Dengan proses pengerjaan seperti itu, mereka kewalahan menjelang akhir kontrak, hingga mencari tenaga tambahan. Belum lagi kendala cuaca, medan, bahan baku dan lain sebagainya,” ujar Lulus Mustofa.

Nantinya, dalam pendampingan yang dilakukan, TP4D juga melibatkan tim ahli yang akan menelaah secara detail proyek pengadaan fisik.

Pelibatan tim ahli akan dilakukan mulai tahun ini, seperti pembangunan fisik gedung Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), kantor Kejaksaan, Kecamatan Dongko dan beberapa proyek pembangunan lainnya.

“Kalau sekedar lihat pembangunan sesuai perencanaan atau tidak kami sudah biasa, tapi seperti uji laboratorium, harus dilakukan oleh ahlinya. Makanya nanti dalam evaluasi kami akan mengajak tim ahli yang berkompeten di bidangnya,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Regional
Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Regional
KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

Regional
Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Regional
9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

Regional
Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Regional
Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, Vetsin

Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, Vetsin

Regional
Sesaat Sebelum Tewas Dibunuh, Ibu Ini Menelepon Anaknya, Ternyata Dibunuh Oleh Suami Siri

Sesaat Sebelum Tewas Dibunuh, Ibu Ini Menelepon Anaknya, Ternyata Dibunuh Oleh Suami Siri

Regional
Adik Parti Liyani: Dia Pernah Telepon Mengabari Sedang Punya Kasus dan Minta Doa

Adik Parti Liyani: Dia Pernah Telepon Mengabari Sedang Punya Kasus dan Minta Doa

Regional
Temukan Ukiran Putri Duyung, Arkeolog: Ini Data Baru Tentang Asal-usul Warga Sentani

Temukan Ukiran Putri Duyung, Arkeolog: Ini Data Baru Tentang Asal-usul Warga Sentani

Regional
Polisi Tak Berani Bubarkan Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Alasannya

Polisi Tak Berani Bubarkan Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Alasannya

Regional
Saat Demo Dibubarkan dan Konser Dangdut Dibiarkan...

Saat Demo Dibubarkan dan Konser Dangdut Dibiarkan...

Regional
Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Regional
Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X