KPU NTB Sebut Rusuh di Lombok Tengah Masalah Internal Partai

Kompas.com - 09/05/2019, 14:53 WIB
Suasana pelaksanaan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara Pemilu 2019, Kamis (9/5/2019) KOMPAS. Com/Fitri.RSuasana pelaksanaan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara Pemilu 2019, Kamis (9/5/2019)

MATARAM, KOMPAS.com - Kerusuhan yang terjadi di eks gedung DPRD Lombok Tengah, yang menJadi lokasi pleno rekapitulasi perhitungan suara KPU Lombok Tengah, Rabu malam (8/5/2019).

Dinilai karena masalah internal partai dan calon legislatif yang merasa dicurangi.

Hal itu disampaikan Ketua KPU NTB, Suhardi Soud di sela-sela rapat pleno rekapitulasi KPU tingkat Provinsi NTB, Kamis (9/5/2019).

Menurut Suhardi, apa pun yang terjadi pleno di Lombok Tengah harus tetap berjalan sesuai jadwal.

"Bahwa keributaan di Lombok Tengah, kami katakan proses rekap harus tetap berjalan, kita harus memberi kepastiaan terhadap hasil pemilu," uajrnya.

Baca juga: Rapat Pleno KPU Lombok Tengah Ricuh, Massa Lempar Bom Molotov

Dikatakannya bahwa pemicu keributan di Lombok Tengah, hanya karena masalah internal calon legislatif partai politik tertentu.

"Jadi intinya begini, KPU itu harus memberikan kepastian hasil pemilu, soal adanya demo adalah hal biasa, ada yang puas ada yang tidak puas, yang penting adalah kepastian hasil pemilu," katanya.

Namun Soud belum bisa memastikan apakah keributan di Lombok Tengah, karena ketidakpuasan caleg dari partai Golkar, yang merasa dicurangi di daerah pemilihannya (Dapil) di Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Timur.

"Soal caleg dari partai mana, saya belum dapat laporan jelasnya," katanya singkat.

Baca juga: Pleno KPU NTB Memanas, Bawaslu Usul Audit Logistik

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Baswaslu) NTB, Muhammad Khuwailid mengataakan bahwa masalah sebenarnya yang memicu kerusuhan di Lombok Tengah adalah lantaran sesama caleg saling mencurigai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Regional
Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Regional
Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Regional
Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Regional
Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X