Rapat Pleno KPU Lombok Tengah Ricuh, Massa Lempar Bom Molotov

Kompas.com - 09/05/2019, 06:53 WIB
Suasana di depan kantor eks DPRD Lombok Tengah usai kericuhan yang dilakukan ratusan orang. KOMPAS.com/IDHAM KHALID Suasana di depan kantor eks DPRD Lombok Tengah usai kericuhan yang dilakukan ratusan orang.

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Lebih dari 200 orang mendatangi kantor eks gedung DPRD Lombok Tengah yang menjadi lokasi pleno rekapitulasi penghitungan suara KPU Lombok Tengah pada Rabu (8/5/2019) malam. 

Massa kemudian menjadi ricuh dan melakukan tindakan anarkis lantaran merasa kesal sidang pleno ditunda akibat jumlah komisioner belum lengkap.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsa, pada Kamis (9/5/2019). 

 

"Masa keberatan kemudian anarkis, karena sidang pleno di tunda karena jumlah komisioner belum mencukupi," kata Rafles.  

Baca juga: Kelelahan, Ketua KPU Lombok Tengah Diopname di RSU Praya

Ia menyebutkan, massa sempat melempari gedung dengan bom molotov sebanyak empat kali.  Dia menyebutkan, massa mulai mendatangi lokasi pleno usai shalat Tarawih. '

Sementara aksi anarkis dilakukan sekitar pukul 22 WITA. 

Polisi segera bergerak mengamankan suasana dengan menangkap empat orang yang diduga menjadi otak kericuhan. Saat ini keempat orang tersebut masih menjalani pemeriksaan. 

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti tumpukan pecahan batu, belasan senjata tajam dan puluhan sepeda motor.

Rafles menambahkan, empat anggota Polres Lombok Tengah terluka saat kejadian.

Baca juga: Surat Suara Tercoblos, KPU Lombok Tengah Pecat Petugas KPPS



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X