Pleno KPU NTB Memanas, Bawaslu Usul Audit Logistik

Kompas.com - 07/05/2019, 20:07 WIB
Mataram, Kompas.Com-suasana Raoat Pleno Rekapitulasi dan Penetaoan Hasil Perhitungan Suara Tingkat Privinsi Pemilu 2019, Selasa (7/4/2019) di Hotel Lombok Raya Mataram, masih berlanjut hingga Selasa malam usai sholat Tarawih.KOMPAS. Com/Fitri.R Mataram, Kompas.Com-suasana Raoat Pleno Rekapitulasi dan Penetaoan Hasil Perhitungan Suara Tingkat Privinsi Pemilu 2019, Selasa (7/4/2019) di Hotel Lombok Raya Mataram, masih berlanjut hingga Selasa malam usai sholat Tarawih.

MATARAM, KOMPAS.com - Rapat pleno rekapitulasi dan penetapan perhitungan suara hasil pemilu di tingkat Provinsi NTB, yang digelar Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (7/5/2019) memanas setelah Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) NTB mempertanyakan kelebihan logistik yang diperoleh KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Dalam laporan rekapitulasi yang dibacakan KPU KSB, jumlah logistik surat suara rata-rata terdapat kelebihan sekitar 200 lembar surat suara.

Misalnya, surat suara untuk Pilpres yang didistribusikan KPU KSB ke sejumlah TPS seluruhnya berjumlah 91.639. Seharusnya, logistik yang didistribusikan setelah termasuk 2 persen cadangan 91.436.


"Ini ada kelebihan logistik surat suara sekitar 200-an lembar, dari mana kelebihan itu, surat suara DPD RI juga demikian, surat suara 91.405 yang merupakan kebutuhan dasar, justru didistribusikan 91.436, kelebihan itu dari mana itu, tidak boleh percetakan mencetak lebih dari kebutuhan," kata Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid.

Baca juga: Alumni Aksi ke KPU dan Bawaslu, UI Akan Tempuh Jalur Hukum

Bagi Bawaslu, hal ini adalah masalah serius yang harus dijelaskan oleh KPU KSB dalam proses pembacaan rekapitulasi.

Tidak bisa hanya menyampaikan adanya perbaikan data, Bawaslu mendesak kejelasan dasar hukum dan aturan apa yang digunakan KPU KSB atas temuan itu.

Selain itu, Khuwailid juga mempertanyakan perbedaan data atau adanya selisih jumlah DPK (Daftar Pemilih Khusus) untuk Pilpres di KSB.

Di Kecamatan Sekongkang misalnya, terdata di KPU KSB 100 orang padahal semestinya 99. Termasuk di Kecamatan Brang Rea tercatat 129 orang, seharunya 128 orang.

Meskipun hanya 2 orang tercatat sebagai kelebihan, Bawaslu mendesak penjelasan secara detail.

Akibatnya, KPU KSB belum bisa menyampaikan penetapan hasil Pemilu 2019 dalam pleno tersebut, dan dilanjutkan dengan penyampaian KPU Sumbawa.

Bawaslu menduga kasus seperti ini terjadi di banyak wilayah, sehingga mereka mengusulkan adanya audit logistik terhadap KPU RI.

"Kami menyarankan adanya audit logistik terhadap KPU RI karena penyiapan dan proses percetakannya dilakukan di pusat di KPU RI, itu saran kami sementara ini," kata Suharfi, Divisi Data dan Informasi Bawaslu NTB, saat jeda pleno.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X